TABLOIDELEMEN.com – Kemendikdasmen resmi melarang tes membaca menulis berhitung (Calistung) sebagai syarat penerimaan calon murid kelas 1 Sekolah Dasar (SD) pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Kebijakan baru ini bertujuan mengurangi tekanan akademik pada anak usia dini.
Hal ini untuk memastikan proses belajar mengajar berlangsung sesuai tahap perkembangan anak.
Selama ini, tes calistung kerap memicu kekhawatiran orang tua karena menjadi penentu peluang anak masuk sekolah favorit.
Menanggapi fenomena tersebut, Direktur Jenderal PAUD Pendidikan Dasar dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, memberikan penjelasan khusus.
“Padahal, Kemendikdasmen menilai kesiapan emosional, sosial, dan psikologis anak jauh lebih penting dibanding kemampuan akademik awal,” kata Gogot.
Evaluasi mendalam terhadap kebutuhan pendidikan anak usia dini mendasari perubahan aturan tersebut.
Pemerintah menyadari keunikan potensi setiap anak.
“Setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda. Sehingga kesiapan masuk SD tidak bisa hanya melalui ukuran dari angka usia,” katanya.
Sementara, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, menyebut revisi Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) mengarah pada aturan usia sekolah yang lebih fleksibel.
“Di RUU yang sedang kami revisi juga sudah memantapkan bahwa usia tidak lagi menjadi penghalang untuk mereka masuk dalam lingkungan pendidikan,” ujarnya.
Ia menegaskan anak yang siap belajar seharusnya terbebas dari hambatan usia administratif.
Oleh karena itu untuk mendukung hal tersebut, orang tua wajib menyiapkan sejumlah dokumen verifikasi bagi anak yang berusia di bawah ketentuan umum.
“Orang tua perlu menyiapkan sejumlah dokumen pendukung sebagai syarat pendaftaran bagi anak yang usianya berada di bawah ketentuan umum,” katanya.
Persyaratan administrasi tersebut meliputi akta kelahiran, Kartu Keluarga (KK), serta surat rekomendasi psikolog atau dewan guru.
Pemerintah menjamin seluruh proses verifikasi berlangsung profesional dan berbasis data guna mencegah manipulasi.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita


















