Unsoed Tempatkan 555 Mahasiswa KKN Bantu Percepat Pengentasan Kemiskinan Purbalingga

Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Purbalingga, Siswanto, mewakili Bupati Purbalingga saat menerima para mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang akan KKN di 47 desa
Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Purbalingga, Siswanto, mewakili Bupati Purbalingga saat menerima para mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang akan KKN di 47 desa

TABLOIDELEMEN.com – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) resmi menempatkan 555 mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 35 hari, mulai 8 Juli hingga 11 Agustus 2026.

Para mahasiswa akan menjalankan program pemberdayaan pada 47 desa yang tersebar dalam wilayah Kecamatan Karanganyar, Karangmoncol, Kertanegara, dan Rembang.

Fokus utama kegiatan ini adalah memperkuat potensi desa guna mempercepat pengentasan kemiskinan.

Dekan Fakultas Teknik Unsoed, Agus Maryoto, secara resmi menyerahkan 555 mahasiswa kepada Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam OR Graha Adiguna, Rabu 8 Juli 2026

Ia menjelaskan bahwa dari total 3.760 mahasiswa yang Unsoed terjunkan dari 12 fakultas, sebanyak 555 mahasiswa menempati lokasi tugas dalam wilayah Purbalingga.

Bacaan Lainnya
Milo

Rincian penempatan mencakup 13 desa dalam Kecamatan Karanganyar, 11 desa dalam Karangmoncol, 11 desa dalam Kertanegara, serta 12 desa dalam Rembang.

Menurut Agus Maryoto, kehadiran mahasiswa KKN tengah masyarakat harus mampu melampaui pelaksanaan program kerja semata.

Mahasiswa harus berperan sebagai mitra yang menghadirkan gagasan, inovasi, serta solusi nyata.

“Serta memberikan dampak positif dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan dalam Kabupaten Purbalingga,” ujar Agus.

Ia menambahkan, program KKN tahun ini mengusung model pemberdayaan masyarakat melalui lima bidang utama

Yakni penguatan ekonomi desa melalui pendampingan UMKM dan BUMDes, pemberdayaan lingkungan, kesehatan, pendidikan, serta pemerintahan desa.

Bantu Percepat Pengentasan Kemiskinan Purbalingga

Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Purbalingga, Siswanto, mewakili Bupati Purbalingga menyatakan kesiapan pemerintah daerah menerima para mahasiswa KKN.

Ia mengapresiasi komitmen Unsoed yang kembali menjadikan Purbalingga sebagai lokasi pengabdian masyarakat.

Namun, Siswanto menegaskan bahwa pelaksanaan KKN harus menghasilkan perubahan nyata.

“Saya ingin KKN ini memberikan dampak, bukan sekadar melaksanakan program lalu selesai tanpa hasil yang masyarakat rasakan. Itu salah satu syarat saya menerima KKN Unsoed,” tegasnya.

Ia berpesan agar setiap kelompok KKN memiliki sasaran jelas, mulai dari target, tahapan intervensi, hingga indikator keberhasilan yang terukur.

“Masing-masing harus punya goals, target, tahapan intervensi yang akan mahasiswa lakukan. Kemudian terukur dengan indikator keberhasilannya,” katanya

Saya berharap ini juga menjadi bagian dari penilaian dosen kepada mahasiswa,” imbuh Siswanto.

Lebih lanjut, Siswanto berharap program KKN tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan yang berdiri sendiri, melainkan saling terhubung secara berkelanjutan.

Ia menyarankan adanya pencapaian tahapan (milestone) yang jelas agar program periode sebelumnya, sekarang, dan berikutnya saling menyambung.

Tantangan utama Purbalingga saat ini adalah pengentasan kemiskinan yang memerlukan kolaborasi berbagai pihak

Terutama melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.

“Dari 47 desa lokasi KKN, tujuh desa menjadi fokus utama intervensi kemiskinan,”katanya.

Tema KKN Unsoed periode bulan Juli hingga Agustus 2026 adalah Peningkatan Resiliensi Desa dalam Tengah Krisis Global: Kolaborasi Pengoptimalan Potensi Desa untuk Mengatasi Kemiskinan.

 

Pos terkait

Milo