TABLOIDELEMEN.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa seluruh lapisan masyarakat harus memperoleh akses pendidikan secara merata.
Menurutnya, sektor pendidikan memegang peran sebagai instrumen utama demi meningkatkan kesejahteraan warga.
Pernyataan tersebut mengemuka saat peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA, SMK, dan SLB Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Negeri 1 Kemalang, Kabupaten Klaten, Selasa 19 Mei 2026.
Gubernur Luthfi berkomitmen memperluas kesempatan bagi warga kurang mampu melalui skema khusus.
“Banyak masyarakat kita punya istilah, habis lulus SMP langsung kerja. Maka jalur afirmasi kita perbanyak,” kata Luthfi.
Sebagai bukti nyata, pemerintah provinsi pada 2025 sukses memfasilitasi sekolah gratis bagi 5.000 anak kategori miskin ekstrem.
Serta rawan putus sekolah lewat kolaborasi bersama lembaga swasta.
Memasuki periode baru ini, integritas seleksi menjadi fokus utama demi mencegah kecurangan.
Luthfi mengancam bakal menindak tegas segala bentuk intervensi maupun manipulasi proses penerimaan siswa.
Transparansi penuh wajib berjalan sepanjang tahapan seleksi berlangsung.
“No titip-titip, no jasa penitipan. Makin Anda nitip, makin saya coret,” tegasnya.
Selanjutnya, mantan Kapolda Jateng tersebut meminta manajemen sekolah agar fokus mencetak sumber daya manusia unggul.
Tujuannya menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan sektor industri serta investasi kawasan Jawa Tengah.
“Kesempatan kerja ada, tapi SDM anak-anak kita harus disiapkan mulai dari SMA,” pungkasnya.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita


















