TABLOIDELEMEN.com – Penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Purbalingga mulai berlangsung, Senin 22 Juni 2026.
Proses pendaftaran hari pertama terpantau berjalan tertib tanpa kendala berarti.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Heru Sri Wibowo, menjelaskan bahwa pendaftaran jenjang SD negeri mencakup 459 sekolah melalui jalur domisili, afirmasi, serta mutasi.
Sementara itu, 60 SMP negeri menyelenggarakan pendaftaran secara daring dengan total daya tampung 11.038 murid lewat jalur domisili, afirmasi, prestasi, serta mutasi.
“Dari pantauan kami pada hari pertama, penyelenggaraan berjalan tertib dan lancar,” kata Heru.
Pihak panitia memberikan akses informasi transparan bagi masyarakat.
Calon murid bisa memantau hasil seleksi, nilai, prestasi, hingga jarak domisili melalui portal resmi secara langsung.
“Calon murid baru dapat memantau secara real time,” ungkapnya.
Dindikbud Purbalingga juga membuka kanal pengaduan bagi warga yang mengalami kesulitan.
Orang tua bisa mendatangi Posko Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Ruang Aula Tutwuri Handayani.
Selain itu, aduan dapat tersampaikan melalui fitur Tanya SPMB pada laman purbalingga.spmb.id, layanan Lapor Mas Bupati.
Serta nomor hotline khusus 081568260466 untuk jenjang SD dan 085185027730 untuk jenjang SMP.
Antusiasme masyarakat terlihat pula di SDN 1 Purbalingga Lor.
Ketua Panitia SPMB, Ramadani Diah Rahayu, menyebut sekolahnya menyediakan kuota 56 murid yang terbagi atas jalur domisili (45 murid), afirmasi (9 murid), serta mutasi (2 murid).
Pihak sekolah menyiapkan saluran WhatsApp agar orang tua mampu memantau perkembangan pendaftaran secara mudah.
“Sehingga orang tua bisa memantau perkembangan pendaftaran anaknya,” jelas Ramadani.
Pada jenjang SMP, Ketua Panitia SPMB SMP Negeri 2 Purbalingga, Jais Mudin, memaparkan sekolahnya menetapkan kuota 256 murid baru.
Alokasi terbesar mencakup jalur domisili sebesar 40 persen, prestasi 35 persen, afirmasi 20 persen, serta mutasi sebesar 5 persen.
Guna melayani pendaftar secara optimal, panitia membuka delapan loket layanan.
“Kami melayani 200 calon murid baru yang terbagi delapan loket layanan,” ujar Jais.
Sistem pendaftaran tahun ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan proses transparan bagi seluruh calon peserta didik.
Masyarakat dapat mengikuti setiap tahapan sesuai prosedur yang telah ditetapkan oleh panitia setempat.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















