Tagana Gelar Simulasi Penanganan Bencana Berbasis Masyarakat di Pemalang

Tagana menggelar gladi kotor simulasi penanganan bencana alam di Lapangan Desa Penakir, Kecamatan Pulosari.
Tagana menggelar gladi kotor simulasi penanganan bencana alam di Lapangan Desa Penakir, Kecamatan Pulosari.

TABLOIDELEMEN.com – Puluhan relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) menggelar gladi kotor simulasi penanganan bencana alam di Lapangan Desa Penakir, Kecamatan Pulosari.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis Kementerian Sosial (Kemensos RI).

Ketua Tagana Kabupaten Pemalang, Ria Kurniawan, mengapresiasi langkah Kemensos RI yang menggiatkan mitigasi berbasis masyarakat.

Menurutnya, para relawan menjalani pembelajaran intensif mengenai langkah konkret saat menghadapi situasi darurat.

Sebelumnya, peserta telah menerima materi prosedur operasional standar (SOP) pemetaan wilayah rawan dari kementerian dan BPBD agar menguasai potensi kerawanan setempat.

Bacaan Lainnya
Milo

“Hari ini kita merekrut 60 anggota dan 18 Mei 2026 Bapak Bupati akan mengukuhkan di Pendopo,” ujarnya.

Hingga saat ini, Kabupaten Pemalang sudah membentuk beberapa Kampung Siaga Bencana

Seperti di Kecamatan Watukumpul, Ulujami, dan Pulosari. Wilayah Pulosari sendiri memiliki karakteristik ancaman alam yang sangat beragam.

“Kalau di Pulosari setelah di assessment ternyata sangat komplit, ada erupsi dan kemarin yang tidak terduga bencana banjir bandang,” katanya.

Selain ancaman tersebut, kawasan ini menghadapi potensi tahunan berupa kekeringan dan angin puting beliung.

Melalui simulasi, Tagana menargetkan peningkatan kesadaran warga saat menghadapi bencana, baik erupsi maupun banjir bandang.

Harapannya masyarakat sudah terlatih karena berbasis masyarakat.

“Mereka bisa melakukan langkah-langkah sampai ke evakuasi bahkan sampai shelter-shelternya, pendampingan psikologi sosialnya pun mereka sudah terlatih,” ungkap Ria.

Terkait evakuasi mandiri, Ria menilai warga setempat memiliki kearifan lokal yang kuat sejak lama. Mereka terbiasa menggunakan alat seadanya demi menyelamatkan para korban.

“Langkah ke depan tentunya kita membuat jalur-jalur evakuasi kemudian menentukan titik kumpul di mana yang aman,” pungkasnya.

Pos terkait

Milo