TABLOIDELEMEN.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA, SMK, dan SLB Negeri Tahun Ajaran 2026/2027.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Dinas Pendidikan meluncurkan program tersebut langsung dari SMA Negeri 1 Kemalang, Kabupaten Klaten.
Tahun ini, daya tampung sekolah negeri wilayah Jateng masih terbatas.
Dari total 567.500 lulusan SMP sederajat, lembaga pendidikan negeri baru mampu menyerap sekitar 231.724 siswa atau 40,83 persen.
“Totalnya ada 6.442 kelas atau sekitar 40,83 persen. Jadi memang belum bisa menampung semuanya,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin.
Menyiasati keterbatasan kuota, Pemprov Jateng menyiapkan program Sekolah Kemitraan merangkul 139 SMA dan SMK swasta demi memfasilitasi siswa keluarga kurang mampu.
“Sekitar 5.000 anak dari keluarga miskin akan dibiayai APBD Provinsi Jawa Tengah, melalui program Sekolah Kemitraan, Boarding, Semi Boarding,” jelas Sadimin.
Guna mencegah kecurangan, Sadimin memastikan sistem seleksi SPMB berjalan lebih ketat serta transparan lewat integrasi data Dapodik dan Dukcapil. Langkah ini bertujuan mengantisipasi manipulasi data kependudukan oleh oknum pendaftar.
“Insyaallah tidak ada lagi pindah-pindah KK yang tidak jelas,” ujarnya.
Pemerintah daerah mengembangan aplikasi SPMB secara mandiri bermodal anggaran sekira Rp300 juta demi menjamin keamanan sistem.
Melalui inovasi teknologi ini, transparansi penerimaan siswa baru bakal meningkat pesat.
“Tahun ini kami targetkan lebih bersih lagi,” pungkas Sadimin.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita


















