Berburu Bacaan di Dua Dunia, Buku Fisik dan Buku Digital

Buku fisik dan bacaan digital menjadi dua pilihan cara menikmati bacaan oleh generasi muda. Foto Ika Tri Mulyani, Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, angkatan 2023
Buku fisik dan bacaan digital menjadi dua pilihan cara menikmati bacaan oleh generasi muda. Foto Ika Tri Mulyani, Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, angkatan 2023

TABLOIDELEMEN.com – Bagi sebagian generasi muda, membaca buku masih identik dengan membalik halaman kertas dan mencium aroma khas buku.

Namun di sisi lain, kemudahan teknologi membuat banyak pembaca kini menikmati bacaan melalui layar gawai lewat aplikasi seperti iPusnas dan Wattpad.

Perbedaan cara menikmati bacaan ini menunjukkan bahwa buku fisik dan buku digital kini hadir berdampingan dengan keseharian Gen Z.

Mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Dea Resti, mengaku masih lebih nyaman membaca buku fisik.

Menurutnya, ada kepuasan tersendiri saat memegang buku dan membalik setiap halamannya.

Bacaan Lainnya
Milo

“Sebagai orang yang sehari-hari terpapar layar gawai ya, membaca buku digital bikin matanya kerasa capek. Jadi saya prefer baca buku fisik sih,” kata Dea, Sabtu 24 April 2026.

“Rasanya seperti ada kepuasan tersendiri. Ketika membaca buku sambil melihat sisi kanan buku yang makin lama makin menipis,” tambahnya.

Membaca Buku Fisik dan Buku Digital

Meski begitu, Dea mengaku tetap sesekali membaca buku digital melalui aplikasi yang menyediakan akses novel gratis.

Namun menurutnya, ukuran tulisan yang kecil membuat pengalaman membaca menjadi kurang nyaman.

Ia juga sempat mencoba membaca melalui komputer jinjing, tetapi menurutnya cara tersebut kurang fleksibel karena tidak dapat melakukannya di banyak tempat.

Berbeda dengan Dea, mahasiswi lain, Ina Agniya, justru lebih menyukai buku digital karena ia menganggap lebih praktis dan mudah diakses.

Ia mengaku sering memanfaatkan waktu luangnya untuk membaca melalui gawai.

“Keuntungannya bisa akses kapan saja dan di mana saja. Sama mungkin low maintenance ya, tidak perlu bingung buat menyimpannya dan merawatnya seperti buku fisik,” tuturnya.

Meski demikian, buku fisik terkadang masih menjadi teman perjalanannya saat menggunakan kereta.

Menurutnya, buku fisik tetap memiliki sensasi tersendiri yang tidak dapat tergantikan oleh buku digital.

“Tapi tetap, buku fisik punya rasa tersendiri yang tidak bisa tergantikan. Jadi menurut saya keduanya bakal tetap ada dan dipakai bersama,” katanya.

Ia menegaskan, perbedaan preferensi ini menunjukkan bahwa buku fisik dan buku digital kini sama-sama memiliki tempat di kalangan generasi muda.

“Kemajuan teknologi memang menghadirkan dunia baru dalam menikmati bacaan, tetapi buku fisik tetap membawa pembaca ke dunianya sendiri yang tidak tergantikan,” pungkasnya.

 

Penulis: Ika Tri Mulyani, Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, angkatan 2023

 

 

Pos terkait

Milo