PURWOKERTO | TABLOIDELEMEN.com – Praktik parkir liar pada sejumlah ruas jalan sekitar kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto muncul kembali.
Padahal, petugas baru saja melakukan penertiban di area Jalan HR Boenyamin serta Jalan Gunung Muria tersebut.
Para mahasiswa mengonfirmasi bahwa juru parkir masih menguasai berbagai titik strategis secara ilegal.
Fenomena ini terlihat jelas pada area minimarket, rumah makan, hingga kawasan indekos.
Juru parkir biasanya mematok tarif sekitar Rp2.000 bagi setiap pengendara sepeda motor.
Kehadiran mereka memicu keluhan dari para pengguna jalan yang merasa terganggu oleh aktivitas tersebut.
Mutiara Nur Fadhilah, seorang mahasiswa Unsoed, menyebutkan bahwa praktik ini hanya berpindah lokasi pasca penertiban.
“Bukan berkurang, tetapi lebih ke pindah-pindah. Jadi tetap ada,” tuturnya, Kamis 23 April 2026.
Ia menganggap keberadaan juru parkir pada tempat dengan durasi kunjungan singkat tidak efektif.
Menurutnya, lokasi seperti ATM atau toko kecil seharusnya bebas dari pungutan parkir.
“Kalau tempat yang cuma sebentar, seperti minimarket atau toko kecil, menurut saya tidak terlalu perlu ada parkir,” katanya.
Seorang mahasiswa Unsoed lainnya, Aura Lathifah Utami turut menyoroti kondisi lapangan yang masih semrawut.
Walaupun beberapa titik tampak rapi, banyak lokasi lain tetap menunjukkan ketidakteraturan.
Ia melihat potensi gangguan arus lalu lintas akibat penataan kendaraan yang asal-asalan.
“Ada yang sudah rapi, tetapi masih ada juga yang sembarangan dan bisa mengganggu jalan,” tuturnya.
Upaya pemasangan rambu larangan pun tampaknya belum membuahkan hasil maksimal.
Banyak oknum tetap mengabaikan aturan tersebut demi meraup keuntungan pribadi.
Situasi ini menunjukkan lemahnya kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
“Sudah ada yang pasang tanda, tetapi masih ada yang mengabaikan,” katanya
Perlunya Area Parkir Khusus bagi Masyarakat
Kedua mahasiswa tersebut menilai perlu adanya penataan yang lebih jelas
Termasuk penyediaan area parkir khusus agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar kampus.
Penyediaan area parkir khusus menjadi solusi utama agar kendaraan tidak lagi memakan bahu jalan.
Langkah tersebut bakal menjamin kelancaran aktivitas masyarakat sekitar kampus secara berkelanjutan.
“Sebaiknya ada tempat khusus parkir. Jadi tidak mengganggu pengguna jalan juga,” pungkasnya.
Hingga saat ini, ketegasan penegakan aturan di lapangan masih menjadi sorotan utama warga kampus.
Penertiban secara berkala harus menyasar akar permasalahan agar juru parkir liar tidak terus bermunculan.
Pengawasan ketat menjadi kunci utama dalam menjaga ketertiban kawasan pendidikan ini.
Penulis : Fira Septiana, Mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya, Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, angkatan 2023

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















