TABLOIDELEMEN.com – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto menambah barisan pakar dengan mengukuhkan lima guru besar baru dari tiga fakultas berbeda.
Prosesi sakral ini berlangsung di Auditorium Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman pada Rabu 22 April 2026.
Para profesor tersebut berasal dari Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yang siap membawa kontribusi akademik bagi kemajuan bangsa.
Daftar guru besar yang menerima jabatan fungsional tertinggi tersebut meliputi Prof. Dr. Aryuni Yuliantiningsih, S.H., M.H. (Hukum Laut) dan Prof. Dr. Setya Wahyudi, S.H., M.H. (Hukum Pidana Anak).
Selanjutnya, Fakultas Pertanian menghadirkan Prof. Condro Wibowo, S.TP., M.Sc., Ph.D. (Teknologi Pascapanen) serta Prof. Dr. Erni Sumarni, S.TP., M.Si. (Teknik Pertanian).
Sementara itu, Prof. Dr. Yanuar E. Restianto, S.E., M.Acc., Ak. mewakili bidang Akuntansi Bisnis Digital.
Masing-masing profesor memaparkan gagasan strategis melalui orasi ilmiah yang menyentuh berbagai tantangan pembangunan kontemporer.
Prof. Aryuni menekankan pentingnya tata kelola biodiversitas laut di luar yurisdiksi nasional bagi Indonesia sebagai negara maritim.
Sedangkan Prof. Setya menyoroti penataan ulang sistem peradilan anak melalui pendekatan restoratif guna menjamin perlindungan masa depan generasi muda.
Sektor ketahanan pangan juga menjadi sorotan utama melalui pemaparan Prof. Condro mengenai inovasi teknologi pascapanen untuk menekan angka pemborosan pangan.
Sejalan dengan itu, Prof. Erni menawarkan solusi rekayasa biosistem untuk mengendalikan lingkungan mikro tanaman demi memperkuat kemandirian pangan nasional.
Adapun Prof. Yanuar menggarisbawahi pentingnya integritas serta akuntabilitas transformatif dalam menghadapi tantangan akuntansi pada era digital saat ini.
Inovasi Kampus untuk Kemandirian Desa
Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., menekankan bahwa kualitas pendidikan serta kontribusi perguruan tinggi sangat menentukan arah kemajuan bangsa.
Kehadiran para guru besar ini menjadi energi baru bagi universitas untuk terus menghasilkan invensi dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui invensi dan inovasi. Pemikiran para profesor yang dikukuhkan hari ini harapannyamenjadi kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan,” kata Akhmad Sodiq.
Rektor menambahkan bahwa Unsoed tetap memegang teguh komitmen dalam pengembangan sumber daya perdesaan serta kearifan lokal.
Upaya menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi harus memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong kemandirian desa di seluruh penjuru tanah air.
Melalui penguatan riset, universitas berupaya menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
Prosesi ini juga mendapat perhatian khusus dengan kehadiran Wakil Ketua KPK, Prof. Dr. Agus Joko Pramono, sebagai tamu undangan.
Kehadiran tokoh nasional tersebut memberikan apresiasi atas pencapaian akademik yang berhasil diraih oleh kampus kebanggaan warga Purwokerto ini.
Kini, jumlah guru besar aktif di lingkungan Unsoed mencapai 140 orang berkat penambahan anggota baru tersebut.
Capaian ini semakin memperkokoh posisi Unsoed sebagai perguruan tinggi unggul yang konsisten memberikan solusi nyata bagi pembangunan nasional.

Bagi saya yang juga seorang ibu rumah tangga, menulis dapat dijadikan media terapi. Berbagi cerita, mengungkapkan emosi, meredakan stres, dan melepaskan kebosanan.
Baca update artikel lainnya di Google News

















