TABLOIDELEMEN.com – Masyarakat sering menilai bahasa Ngapak sebagai dialek lucu serta menggelitik telinga.
Padahal, balik kesan tersebut, tersimpan fakta menarik bagi warga Banyumas dan sekitarnya.
Dialek ini menyimpan keunikan linguistik serta nilai budaya kuat.
Fakta-fakta berikut menunjukkan bahwa Ngapak layak mendapat apresiasi tinggi, bukan sekadar menjadi bahan candaan.
Apa itu bahasa Ngapak?
Bahasa Ngapak merupakan dialek bahasa Jawa bagi masyarakat Jawa Tengah bagian barat.
Dialek tersebut berbeda dengan tuturan warga Semarang, Solo, maupun Yogyakarta yang mengubah vokal ‘a’ menjadi ‘o’.
Ciri khas utama Ngapak yakni vokal ‘a’ tetap terdengar sebagai ‘a’.
Selain itu, pengucapan konsonan akhir seperti pada kata bapak, enak, serta wareg terdengar mantap dan jelas.
Dialek yang mendominasi wilayah Barlingmascakeb
Ngapak merupakan sebutan lain bagi Jawa Banyumasan.
Penutur dialek ini tersebar luas di wilayah Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen (Barlingmascakeb), bahkan mencapai Tegal, Brebes, hingga perbatasan Cirebon.
Uniknya, tiap wilayah memiliki variasi penyebutan kata. Sebagai contoh, kata ‘kamu’ menjadi koe di Banyumas, ko di Purbalingga, serta koen atau kowen di Tegal.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















