unsoed

Unsoed Siap Gelar PTM. Prioritaskan Mahasiswa Asal Banyumas dan Purbalingga

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto memastikan akan menyelenggarakan pelaksanaan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dalam masa pandemic Covid-19 pada semester ini.

Baca Juga: Content Marketing : Menguasai Pasar dengan Content Marketing

Rektor Unsoed, Prof Suwarto memaparkan, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka ini akan dilaksanakan secara bertahap. Implementasi kegiatan belajar mengajar secara luring ini diprioritaskan untuk Mahasiswa Angkatan 2020 dan Mahasiswa Baru Angkatan 2021 yang berasal dari wilayah Kabupaten Banyumas dan Purbalingga.

Baca Juga: Ini Konsep PTM Terbatas yang Anda Harus Tahu

“Unsoed akan memulai pembelajaran secara luar jaringan (luring) setelah pelaksanaan ujian tengah semester ini,” katanya didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof Akhmad Sodiq, saat pemaparan persiapan PTM di Gedung Rektorat Lantai 1, Selasa, (5 Oktober 2021)

Baca Juga: Asesmen Nasional, Satu Cara Memotret Mutu Satuan Pendidikan. Ini Penjelasannya

Ia mengatakan, pihaknya sudah menerbitkan Surat Edaran Rektor Nomor : 950/UN23/PK.01.03/2021 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar Secara Luring Mulai Semester Gasal Tahun Akademik 2021/2022.

Baca Juga: Menilik Aksi Swadaya Menulis dari Rumah. Menulis Sebagai Therapi Jiwa

“Untuk memastikan segala sesuatunya berjalan dengan baik dan tetap menjaga kesehatan semua pihak, UNSOED mempersiapkan berbagai ketentuan baik untuk persiapan, pelaksanaan, dan pemantauan kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Hal ini juga dilaksanakan sesuai dengan syarat yang telah ditetapkan dan sesuai dengan kuota yang tersedia.  Daftar mata kuliah di masing-masing program studi yang telah disiapkan utnuk pembelajaran secara luring selanjutnya akan diinformasikan oleh fakultas dan peserta kuliah akan melakukan pendaftaran di fakultas masing-masing.

“Mahasiswa yang akan mengikuti KBM secara luring penuh dan atau bauran (blended) harus dalam keadaan sehat, telah melakukan vaksinasi, serta menerapkan protokol kesehatan yang telah disiapkan,” katanya.

Selain itu lanjut Prof. Suwarto, mahasiswa akan melakukan registrasi fisik dan verifikasi berkas sesuai waktu yang telah ditetapkan di subbagian registrasi.  Secara teknis, untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar ini, Unsoed akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Selain itu, setiap Fakultas juga membentuk Tim Kesehatan dan Keselamatan Fakultas (Satgas Covid-19 Fakultas) untuk menyusun, menyiapkan, dan menerapkan standar operasional prosedur protokol kesehatan bersama-sama Satgas Covid-19 Universitas.

“Satgas Covid-19 Unsoed juga akan berkoordinasi dengan masyarakat sekitar kampus untuk mendukung pencegahan covid-19,” katanya

Ia merinci, dalam pelaksanaannya, penyelenggaraan KBM ini dilaporkan secara rutin kepada Satgas Covid-19 dan Unsoed juga akan melakukan testing dan tracing secara berkala.  Hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan terhadap penularan Covid-19.

“Masing-masing Fakultas juga telah menyiapkan sarana dan prasarana sesuai dengan protokol kesehatan yang disyaratkan diantaranya penggunaan ruangan maksimal 50% kapasitas ruangan dan maksimal 25 orang,” katanya.

Ia menegaskan, pihaknya telah menyiapkan dukungan tindakan kedaruratan, menyediakan ruang isolasi sementara jika ada sivitas akademika dan tenaga kependidikan yang memiliki gejala/kriteria Covid-19, serta  ketentuan lain sesuai protokol kesehatan.

“Pembelajaran tatap muka ini akan terus dipantau dan apabila ada peningkatan kasus Covid-19 maka Rektor dapat menghentikan kegiatan tatap muka tersebut dan melakukan evaluasi,” katanya.

Untuk diketahui, hingga kini Unsoed dalam kondisi zero kasus Covid-19 dan seskipun sebagian pembelajaran akan mulai dilaksanakan secara luring. Akan tetapi fakultas tetap menyediakan sarana prasarana serta dosen bagi mahasiswa yang memilih belajar secara daring.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan