SMP Negeri 2 Purbalingga

Asesmen Nasional, Satu Cara Memotret Mutu Satuan Pendidikan. Ini Penjelasannya

Asesmen Nasional (AN) merupakan program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Baca Juga: Hore, Besok SMP Negeri 1 dan MTs Negeri 1 Purbalingga Sudah Bisa Simulasi PTM

Evaluasi ini untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses dan output pembelajaran di seluruh satuan pendidikan.

Baca Juga: Satgas Covid-19 Purbalingga Fokus Asesmen Nasional, Setelah Itu Baru PTM Terbatas. Ini Alasannya

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Purbalingga, Runtut Pramono mengatakan, asesmen ini dirancang untuk menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar murid.

Baca Juga: Asesmen Nasional Bukan Pengganti Ujian Nasional. Simak Ini, Orang Tua Murid Harus Tahu

“Misalnya, SMP A ini masih kurang dibidang  apa, nantinya akan dilengkapi agar sesuai dengan standar. Hasilnya, semua sekolah akan sama dalam hal mutu pendidikan. Harapannya, tidak ada perbedaan antara SMP A dan SMP yang lainnya,” kata Runtut di sekolahnya, Selasa (05 Oktober 2021)

Baca Juga: Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Purbalingga (ITBMP) Berdiri. Ini Kata Bupati Purbalingga

Ia menjelaskan, AN ini nantinya dilaksanakan dalam tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang terdiri dari  literasi  dan numerasi. Kemudian, survei karakter dan lingkungan belajar.

“Tujuan dari AKM yakni mengukur literasi membaca dan literasi matematika (numerasi) murid,” imbuhnya.

Ia memaparkan, AKM untuk mengukur literasi membaca dapat diartikan sebagai kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks tertulis. Tujuannya untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia, serta untuk dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.

“Sedangkan AKM untuk mengukur numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia,” katanya.

Terpisah, Ketua Panitia AN SMP Negeri 2 Purbalingga, Eny Kustiyah mengatakan, AN ini baru dilaksanakan tahun 2021. Karena pada tahun sebelumnya terkendala pandemic Covid-19. Ada 45 orang siswa inti dan 5 orang cadangan mengikuti AN. Mereka dipilih secara acak oleh Kemendikbud Ristek.

“Jadi yang menentukan sampling peserta itu dari Kemendikbud Ristek, bukan dari sekolah yang bersangkutan,” katanya

Untuk SMP Negeri 2 Purbalingga lanjutnya, pelaksanaan AN ini memilih semi online, karena kalau full online, mendasarkan pengalaman saat simulasi yang sudah dilakukan, ternyata dijumpai beberapa kekurangan.

“Semi online dianggap mungkin lebih baik. Walaupun memang. Laporannya itu tidak dapat langsung diterima. Berbeda kalau online, hasilnya langsung dapat diterima pada saat dilaksanakan kegiatan,” ungkapnya

Ia mengaku, tidak ada persiapan khusus untuk 50 orang peserta AN itu. Pihak sekolah hanya memberikan edukasi wawasan pengetahuan seputar AN kepada para peserta dan orang tuanya .

“Kita jelaskan kepada orang tua peserta, mengapa anaknya dipilih,  untuk apa dan bagaimana melaksanakannya,” imbuhnya.

Ia menambahkan, tujuan utama AN adalah untuk menghasilkan profil sekolah. Untuk capain hasilnya, nantinya akan diketahui, apakah sekolah itu baik dalam mutu pendidikan atau belum. Semua tergantung dari hasil proses kompetensi AN itu.

“Selain sampling 50 orang siswa. Kepala sekolah dan para guru juga mengikuti AN. Tadi, saya menjawab 62 pertanyaan. Materinya itu survei lingkungan belajar dan karakter belajaran. Misalnya, prospek bagaimana siswanya?, bagaimana cara guru mengajar?. Survei lingkungan belajar ini bisa dikerjakan bersama-sama, maupun sendiri sendiri. Bisa langsung selesai ,bisa bertahap hingga Kamis besok,” kayanya

Ia mengatakan, AN ini tidak mempengaruhi kelulusan siswa. Karena yang menentukan kelulusan siswa itu mencakup penilaian 40% nilai rerata raport ditambah dengan 60% dari nilai ujian sekolah yang diselenggarakan oleh sekolah.

“AN ini sama sekali tidak ada hubungan dengan kelulusan siswa. AN ini adalah proses untuk melihat profil mutu sekolah. Sedangkan proses kelulusan ditentukan, 40% dari nilai rerata raport semester 1-6 dan 60 % dari ujian sekolah. Untuk menentukan ujian sekolah, ada ujian tertulis dan praktek. Sesuai  kesepakatan dari MKKS SMP,” katanya

 

Siswa SMP Negeri 2 Purbalingga menunggu giliran mengikuti Asesmen Nasional, Selasa (5 Oktober 2021)

Tinggalkan Balasan