TABLOIDELEMEN.com – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM KM UGM) periode 2025–2026, Tiyo Ardianto, menuai perhatian publik.
Tiyo kerap melontarkan pernyataan kritis terhadap kebijakan program pemerintah ternyata memiliki latar belakang edukasi unik.
Sebelum menapak bangku kuliah jurusan Filsafat UGM, Tiyo menempuh jalur nonformal pada PKBM Omah Dongeng Marwah, Kudus, dan meraih ijazah Paket C.
Ia memilih sekolah alternatif berbentuk sekolah alam itu selepas lulus SMP.
“Keputusan yang penuh resiko batin, sebab stigma masyarakat tentang siswa yang lulus dengan ijazah kejar paket C cukup bisa menyesakkan dada,” Tiyo.
Sistem belajar alternatif sukses membentuk karakter Tiyo menjadi mandiri, kritis, dan berani.
Langkah antimainstream ini tidak menghalangi jalannya menuju universitas terbaik.
Ia membuktikan kapasitas pribadinya dengan memimpin BEM KM UGM serta meraih segudang prestasi. Hingga kini, Tiyo lantang menyuarakan isu sosial walau menghadapi ancaman.
Tiyo juga aktif mengembangkan bakat sastra selaku penulis, pembaca puisi, dan fasilitator kegiatan.
Ia menorehkan prestasi sebagai Juara 1 Lomba Baca Puisi Inspiratif Penegak Kelangga dan Juara 2 Monolog Bahasa Jawa UNNES.
Sastrawan muda ini turut menghadiri Pertemuan Penyair Nusantara XI selaku peserta termuda
Serta merilis Buku Antologi Sesapa Mesra Selinting Cinta BBJT pada 2019.

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News













