TABLOIDELEMEN.COM – Pemerintah Republik Indonesia melakukan langkah berani dengan merombak struktur belanja negara guna meningkatkan efektivitas anggaran tahun 2026.
Salah satu fokus utama dari pengalihan dana ini adalah pembiayaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi mencetak sumber daya manusia unggul.
Program ini menyasar penyediaan asupan nutrisi segar secara rutin, dengan perhatian khusus pada wilayah tertinggal dan area dengan angka stunting tinggi.
“Program ini untuk penyediaan makanan segar selama 5 hari dalam seminggu dan tetap memperhatikan pengecualian. Seperti untuk asrama, daerah 3T, dan daerah yang dengan tingkat stunting tinggi,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Kebijakan penghematan masif ini diproyeksikan mampu menghasilkan efisiensi anggaran hingga mencapai Rp20 triliun.
Langkah strategis tersebut menjadi bagian dari visi besar pemerintah dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.
Melalui transformasi ini, Indonesia berupaya membangun fondasi ekonomi yang lebih tangguh dan mandiri.
“Keseluruhan kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi struktural menuju ekonomi yang lebih efisien, produktif, dan berdaya tahan,” pungkas Airlangga menutup keterangannya.
Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan memastikan setiap rupiah memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan rakyat.
Strategi besar tersebut melibatkan pengalihan dana dari kegiatan non-prioritas menuju sektor-sektor yang jauh lebih produktif dan mendesak.
Mengutip laman Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, Rabu1 April 2026. Airlangga merinci pemangkasan biaya untuk aktivitas seremonial serta perjalanan dinas.
Dana hasil efisiensi tersebut akan mengalir untuk kebutuhan mendasar, termasuk pemulihan wilayah terdampak bencana.
“Pengalihan anggaran dari belanja yang kurang prioritas. Seperti perjalanan dinas, rapat, belanja nonoperasional, dan kegiatan seremonial.
“Ini menuju belanja yang lebih produktif dan berdampak langsung kepada masyarakat termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatra,” tegas Airlangga.
Menurutnya, pemerintah juga menargetkan percepatan realisasi belanja pada setiap kementerian dan lembaga melalui skema penajaman anggaran.
Potensi pergeseran dana atau refocusing ini memiliki angka yang sangat signifikan untuk memperkuat struktur fiskal nasional.
“Potensi prioritisasi dan refocusing anggaran kementerian dan lembaga ini dalam range Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun,” imbuhnya saat memaparkan skala prioritas keuangan negara.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















