TABLOIDELEMEN.com – Kementerian Keuangan memutuskan pengurangan jadwal penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus hari Sabtu.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyebut langkah tersebut mampu menghemat anggaran negara sekitar Rp1 triliun dalam satu hari.
Strategi ini merupakan bagian dari penajaman belanja pemerintah agar program prioritas berjalan lebih efisien.
“MBG misalnya, yang dulunya Sabtu ada makan siang gratis, sekarang itu dihilangkan. Satu hari itu bisa ngirit satu triliun,” kata Juda Minggu 3 Mei 2026.
Juda menilai kebijakan tersebut sangat logis karena para siswa tidak perlu berangkat ke sekolah hanya guna mengambil jatah makanan.
Berdasarkan perhitungan resmi, peniadaan layanan pada hari Sabtu bakal menekan pengeluaran negara hingga Rp4 triliun setiap bulan.
“Empat kali dalam sebulan itu bisa mengirit atau menghemat Rp4 triliun. Setahun tentu saja sekitar Rp50 triliun kita bisa menghemat,” katanya.
Selain hari Sabtu, pemerintah turut meniadakan penyaluran MBG sepanjang masa libur sekolah.
Fokus utama otoritas adalah menjalankan program melalui pendekatan yang jauh lebih tepat sasaran.
Juda menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk penajaman kualitas program prioritas.
Pemerintah juga mengevaluasi secara ketat setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Otoritas bakal menghentikan sementara operasional SPPG yang terbukti gagal memenuhi standar nutrisi.
Langkah pengendalian belanja ini bertujuan menjaga defisit APBN agar tetap terkontrol, terutama saat harga minyak dunia sedang bergejolak.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berupaya menahan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi sembari mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor pajak dan komoditas unggulan.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















