TABLOIDELEMEN.com – Presiden Prabowo Subianto mengarahkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih spesifik menyasar anak-anak yang mengalami kurang gizi.
Kebijakan ini mengubah skema awal yang bersifat universal menjadi lebih selektif.
Melalui instruksi tersebut, pemerintah tidak lagi memprioritaskan anak dari kalangan ekonomi mampu sebagai penerima bantuan.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan kesiapan untuk mengeksekusi arahan Presiden.
Langkah ini menyusul capaian positif penurunan prevalensi stunting nasional menjadi sekitar 19,8 persen pada tahun 2024.
Angka ini mencatatkan sejarah sebagai prevalensi tengkes pertama yang menyentuh level bawah 20 persen di Indonesia.
“Kebijakan BGN 2026 disesuaikan dengan instruksi presiden tersebut, yaitu peningkatan kualitas layanan dan efektivitas program,” kata Dadan.
Guna menindaklanjuti perintah tersebut, Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang membentuk Tim Optimalisasi Penerima Manfaat.
Tim ini bertugas menyisir dan memilah data agar distribusi program benar-benar tepat sasaran.
Rencananya, tim mulai bekerja awal pekan depan dengan melakukan survei perdana di wilayah DKI Jakarta.
“Minggu depan sudah mulai disurvei di Jakarta (DKI) untuk menyisir penerima manfaat,” ucap Nanik.
Kolaborasi Lintas Kementerian dan Perluasan Jangkauan
Pihak BGN juga menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Sosial serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk pertukaran data. Sinergi ini bertujuan memastikan setiap bantuan memberikan dampak nyata bagi kesehatan anak.
Nanik menegaskan bahwa pengawasan dan evaluasi akan terus berjalan secara ketat.
“Iya nantinya data dari kita,” ujar Nanik singkat.
Hingga 30 Maret 2026, jangkauan program MBG terus meluas seiring ketersediaan 26.066 unit SPPG.
Saat ini, total penerima manfaat telah mencapai 61.680.043 orang yang tersebar di 38 provinsi.

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News

















