TABLOIDELEMEN.com – Presiden Prabowo Subianto mengubah arah kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemerintah kini memprioritaskan bantuan tersebut bagi anak-anak yang mengalami kurang gizi.
Langkah ini menggeser skema sebelumnya yang bersifat universal bagi seluruh siswa.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan kesiapan instansinya untuk menjalankan instruksi tersebut.
Kebijakan baru ini mengeluarkan anak dari kalangan ekonomi mampu dari daftar prioritas penerima manfaat.
Pengamat kebijakan publik, Eko Prasojo, mendukung penuh pergeseran target yang lebih terukur ini.
Menurutnya, evaluasi sasaran dari seluruh sekolah menjadi hanya bagi siswa yang membutuhkan merupakan langkah tepat.
“Hal ini untuk mencegah makanan bersisa, pemborosan anggaran dan tidak tercapainya dampak MBG untuk mengurangi anak-anak stunting,” tutur Eko.
Eko menyarankan agar pemerintah menggunakan basis data dari tingkat wilayah terkecil seperti desa dan kelurahan.
Validitas data menjadi kunci agar program ini tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat.

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News


















