TABLOIDELEMEN.com – Pemerintah berencana mengubah jadwal pengiriman program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna menjaga defisit fiskal tetap bawah batas tiga persen.
Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, menyebut langkah ini sebagai antisipasi pembengkakan anggaran akibat lonjakan harga minyak mentah dunia yang melampaui US$100 per barel.
Pemerintah berkomitmen menjaga harga BBM bersubsidi agar tidak naik meski tekanan ekonomi global menguat.
Akibatnya, jatah makan yang semula berlangsung enam hari kini berkurang menjadi empat hari dalam sepekan.
“MBG misalnya, yang dulunya Sabtu diberikan makan siang gratis, sekarang dihilangkan. Make sense kan? Lebih logic kan?” jelas Juda dalam acara PINISI 2026.
Kebijakan tersebut berpotensi menghemat pengeluaran negara hingga Rp4 triliun per bulan.
“Setahun tentu saja lebih dari Rp50 triliun bisa menghemat,” imbuhnya.
Selain efisiensi jadwal, otoritas terkait terus mengevaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang gagal memenuhi standar kualitas.
Juda menegaskan sanksi tegas bagi pihak pengelola yang melanggar aturan.
Upaya tersebut menjadi strategi utama pemerintah dalam mengoptimalkan belanja negara agar tetap berkualitas serta tepat sasaran.
“Istilahnya SPPG nakal itu diskros, dievaluasi. Jadi ini sebagai contoh bagaimana penajaman-penajaman refocusing terus dilakukan,” tegasnya.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















