Suhu Kawah Gunung Slamet Meningkat Tajam, Aktivitas Magmatik Menuju Fase Erupsi

Foto citra visual perubahan kondisi kawah Gunung Slamet dari 13 September 2024 hingga 2 April 2026. Sumber Foto: Pos PGA Slamet
Foto citra visual perubahan kondisi kawah Gunung Slamet dari 13 September 2024 hingga 2 April 2026. Sumber Foto: Pos PGA Slamet

TABLOIDELEMEN.com – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) memberikan peringatan serius mengenai kondisi terkini Gunung Slamet yang menunjukkan eskalasi aktivitas vulkanis cukup tajam.

Berdasarkan laporan pemantauan terbaru pada Jumat 3 April 2026 kawah gunung api tertinggi di Jawa Tengah tersebut mengalami perubahan visual dan termal yang mengindikasikan pergerakan magma ke permukaan.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi KESDM, Lana Saria, menjelaskan bahwa tim ahli menangkap kemunculan kolom asap putih setinggi 300 meter dari bibir kawah secara kontinu.

Fenomena ini menandakan proses pelepasan gas-gas magmatik yang semakin intensif dari perut bumi.

“Asap teramati keluar secara terus-menerus, yang mengindikasikan adanya aktivitas degassing atau pelepasan gas-gas magmatik dari magma ke permukaan melalui kawah,” tulis Lana dalam keterangan resminya.

Bacaan Lainnya
Promo Cleo 1 Liter

Data citra termal menunjukkan fakta yang lebih mencengangkan mengenai kondisi suhu di area kawah.

Pada September 2024, suhu kawah masih berada pada angka 247,4 derajat Celsius, namun pengamatan per 2 April 2026 menunjukkan lonjakan hingga mencapai 411,2 derajat Celsius.

Peningkatan suhu lebih dari 160 derajat ini disertai dengan perluasan anomali panas yang semula hanya berpusat di tengah, kini melebar membentuk pola melingkar di sepanjang dinding kawah.

“Perubahan pola sebaran suhu mengindikasikan berkembangnya sistem rekahan baru di dalam tubuh gunung,” katanya.

Pos terkait