TABLOIDELEMEN.com – Manajemen Kesebelasan Persibangga Purbalingga resmi menunjuk M Irfan sebagai pelatih kepala baru.
Keputusan tersebut menyusul langkah Agus Riyanto yang mundur dari kursi kepelatihan setelah timnya kalah 0-2 dari Wahana pada babak 64 besar Grup D Liga 4 Nasional, Selasa 2 Juni 2026.
Manajer Persibangga, Uut Triyas Yanuar mengumumkan pergantian posisi tersebut melalui taklimat Bersama wartawan di Sasana Krida Perwira Kompleks Stadion Goentoer Darjono Purbalingga, Rabu 3 Juni 2026.
“Harapannya pergantian pelatih bisa membuat Persibangga mampu lolos ke babak 32 besar Liga 4 Nasional,” tutur Uut Triyas Yanuar.
Uut menjelaskan bahwa manajemen juga telah memaparkan kekuatan materi pemain saat ini kepada M Irfan.
Hal tersebut bertujuan agar sang arsitek taktik baru bisa segera meracik tim tangguh guna menghadapi PSPP Padang Panjang, Jumat 5 Juni 2026.
Saat ini, Laskar Panglima Besar Jenderal Soedirman menempati peringkat ketiga klasemen sementara Grup D setelah mengemas satu kemenangan dan satu kekalahan.
“Kami berharap Persibangga bisa lolos ke babak 32 besar. Persibangga harus bisa menang di laga melawan PSPP Padang Panjang,” tegas Uut.
Siap Tembus Babak 32 Besar Liga 4 Nasional
Sementara itu, M Irfan memuji antusiasme luar biasa dari publik sepak bola di Kabupaten Purbaingga.
Mantan pemain andalan PSIS Semarang ini mengaku sangat mengagumi atmosfer suporter Purbalingga serta kesiapan jajaran manajemen tim Persibangga.
“Apresiasi, saya cukup kaget luar biasa, atmosfer antusias yang luar biasa. Jadi belum ada Liga 4 yang seperti ini,” kata M Irfan.
Sosok yang memiliki lisensi A AFC 2023 tersebut menegaskan tekad membawa perubahan positif tanpa mengumbar janji muluk.
Target utamanya tetap selaras dengan impian masyarakat, yakni membawa tim menembus babak 32 besar.
Langkah awal ia akan fokus memulihkan kondisi mental skuad menjelang laga penentu.
“Membentuk mentaliti kembali. Membentuk psikologi biar mereka tetap ada. Kemudian kita implementasikan pada lapangan,” ujarnya.
M Irfan, yang juga berprofesi sebagai dosen Unnes Semarang, mengawali karier kepelatihan di PSD Demak.
Ia kemudian melanjutkan kiprahnya di Persak Kebumen, Persiku Kudus, Persekat Tegal, serta PSIP Pemalang.
Pengalaman luas tersebut menjadi modal berharga dalam mengemban tantangan besar bersama Persibangga.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita


















