TABLOIDELEMEN.com – Gunung Slamet terus memberikan sinyal alam yang menuntut pengamatan cermat dari seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat sekitar.
Perkembangan gunung semakin kompleks setelah sensor merekam getaran banjir hujan selama hampir dua jam, mulai pukul 13.14 hingga 15.02 WIB.
Secara visual, asap kawah utama berwarna putih tebal membumbung setinggi 50 hingga 100 meter menuju arah selatan dan barat.
Dalam rentang waktu 24 jam terakhir, Gunung Slamet mencatatkan peningkatan aktivitas vulkanik
Data Badan Geologi ESDM melalui sistem MAGMA Indonesia menunjukkan gunung tertinggi di Jawa Tengah ini mengalami delapan kali gempa low frequency dengan durasi hingga 22 detik.
Rentetan getaran tersebut mempertegas posisi Gunung Slamet pada Level II atau Waspada.
Selain gempa low frequency, tercatat pula lima gempa hembusan serta tremor menerus yang berlangsung konsisten.
Gunung setinggi 3.428 meter di atas permukaan laut ini membentang di atas lima kabupaten, yakni Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal, dan Purbalingga.
Mengingat potensi dampak yang luas, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan larangan keras bagi masyarakat maupun pendaki untuk beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak.
Langkah ini bertujuan mengantisipasi risiko lontaran material vulkanik atau peningkatan aktivitas yang muncul secara tiba-tiba.
Meskipun aktivitas ekonomi di kaki gunung tetap berjalan, masyarakat setempat mulai meningkatkan kewaspadaan.
PVMBG meminta semua pihak mematuhi prosedur keamanan demi menghindari ancaman bahaya vulkanik.

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News

















