BPBD Jawa Tengah Perkuat Mitigasi Bencana Gunung Slamet

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan

TABLOIDELEMEN.com – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menekankan arti penting desa serta kecamatan tangguh bencana.

Posisi mereka yang berada pada garis depan menuntut kesiapsiagaan tinggi saat menghadapi ancaman erupsi.

Manajemen penanggulangan bencana memerlukan kecepatan respons sebagai faktor krusial dalam kondisi darurat.

Upaya penyelamatan warga harus berjalan efektif tanpa hambatan birokrasi yang rumit.

“Bagaimana kita bisa menyelamatkan masyarakat secepat mungkin,” ungkap Bergas, Sabtu 25 April 2026.

Bacaan Lainnya
Milo

Ia menganggap peran desa serta kecamatan sangat vital dalam sistem mitigasi terpadu.

Fokus utama pemerintah saat ini tertuju pada keselamatan nyawa penduduk.

Langkah pencegahan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat secara aktif, bukan sekadar membebankan tugas kepada otoritas pusat.

“Kuncinya bagaimana kita bisa menyelamatkan masyarakat apabila terjadi erupsi,” imbuhnya.

Kolaborasi Kuat Hadapi Erupsi

Bergas mengajak semua sektor berperan aktif sebagai subjek penanggulangan bencana.

“Yakni dengan pendekatan kolaboratif menjadi kunci keberhasilan mitigasi,” katanya.

BPBD Jawa Tengah kini tengah memproses pembaruan rencana kontingensi Gunung Slamet yang telah ada sejak 2021.

“Ini tinggal kita sesuaikan. Sekaligus mengingatkan kembali pihak-pihak yang akan terlibat, seperti TNI dan Polri,” jelas Bergas.

Penyesuaian mencakup pemetaan jumlah penduduk terbaru beserta jalur aliran material vulkanik.

Kejadian banjir bandang area Pemalang serta Purbalingga pada Januari lalu menjadi bahan evaluasi berharga.

“Pengalaman tersebut memicu penguatan sistem evakuasi agar lebih tepat sasaran dan menjadi dasar penguatan sistem mitigasi ke depan,” pungkasnya.

 

 

Pos terkait

Milo