TABLOIDELEMEN.com – Bulan suci Ramadan merupakan tamu agung yang kedatangannya selalu masyarakat Muslim nantikan dengan antusiasme tinggi.
Bagi pemeluk agama Islam, ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Lebih dari itu, puasa merupakan ibadah ritual yang validitas atau keabsahannya sangat bergantung pada pemenuhan rukun dan syarat tertentu.
Salah satu rukun paling fundamental yang menentukan status hukum puasa seseorang adalah niat.
Rasulullah SAW menegaskan dalam sabdanya yang masyhur bahwa setiap amal bergantung pada niatnya.
Tanpa keberadaan niat yang benar, aktivitas menahan lapar tersebut hanya akan bernilai sebagai diet atau aksi mogok makan biasa yang tidak berbuah pahala di sisi Allah SWT.
Namun, menjelang masuknya bulan suci, sering kali muncul diskursus serta kebingungan di tengah masyarakat mengenai teknis pelaksanaan niat tersebut.
Pertanyaan yang selalu berulang setiap tahunnya yaitu apakah setiap Muslim wajib berniat setiap malam sebelum waktu Subuh tiba.
Atau bolehkah hanya berniat satu kali saja di awal Ramadan untuk satu bulan penuh.
Isu ini menjadi krusial karena sifat alami manusia yang sering terpapar rasa lupa.
Banyak kasus menunjukkan seseorang tertidur pulas setelah ibadah Tarawih karena kelelahan.
Kemudian tidak terbangun untuk santap sahur, dan baru terjaga saat azan Subuh berkumandang.
Situasi ini kerap memicu kepanikan karena orang tersebut merasa belum melakukan niat.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















