TABLOIDELEMEN.com – Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar mengumumkan hasil sidang isbat penetapan awal Dzulhijjah 1447 Hijriah.
Pertemuan penting tersebut berlangsung pada Kantor Kementerian Agama, Minggu malam.
Menyitat laman himpuh.or.id, Nasaruddin Umar menjelaskan, tim pemantau hilal memakai rujukan posisi hilal serta hitungan astronomis sebagai dasar utama penentuan bulan baru.
Hasil hisab menunjukkan posisi hilal wilayah Nusantara memenuhi kriteria kelayakan bulan baru.
Melalui pemantauan hilal, tim melihat posisi bulan stabil atas ufuk, melewati ambang batas minimal ketentuan.
Laporan pemantauan dari berbagai wilayah mengonfirmasi kevalidan data astronomis tersebut.
Oleh karena itu, pemerintah meresmikan awal bulan suci ini secara valid, ilmiah, serta penuh tanggung jawab.
Ketetapan tersebut otomatis menentukan jadwal pelaksanaan ibadah hari besar kurban umat Islam. Pemerintah memprediksi seluruh lapisan masyarakat menyambut perayaan tersebut secara bersamaan.
“Dan dengan demikian Hari Iduladha tanggal 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada hari Rabu tanggal 27 Mei 2026 Masehi,” lanjutnya.
Nasaruddin Umar mengharapkan keputusan umat ini menuntun seluruh kaum muslimin agar menjalankan ibadah secara serentak.
Umat Islam terdorong menunaikan puasa sunah Tarwiyah, puasa Arafah, hingga penyembelihan hewan kurban secara kompak demi kerukunan.
Hubungan harmonis antarmasyarakat menjadi tujuan utama momentum perayaan tahun ini.
“Lebih dari itu kita semua mengharapkan momentum ini dapat memperkuat kebersamaan, mempererat ukhuwah islamiyah serta menumbuhkan persatuan sebagai satu bangsa,” pungkasnya.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita
















