TABLOIDELEMEN.com – Umat Islam merayakan Hari Iduladha setiap tanggal 10 Dzulhijjah.
Tanggal tersebut menandai puncak rangkaian ibadah haji sekaligus bentuk penghormatan atas ketaatan luar biasa Nabi Ibrahim AS.
Penentuan waktu ini memiliki landasan historis, teologis, serta urutan ibadah yang mendalam.
1.Sejarah Kurban Nabi Ibrahim AS
Penetapan momentum ini berkaitan erat dengan kisah mimpi Nabi Ibrahim AS saat menerima perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS.
- Tanggal 8 Dzulhijjah (Hari Tarwiyah): Nabi Ibrahim pertama kali menerima mimpi tersebut, lalu merenung guna memastikan kebenaran wahyu.
- Tanggal 9 Dzulhijjah (Hari Arafah): Nabi Ibrahim menerima mimpi serupa untuk kedua kalinya, hingga ia tahu serta yakin (‘arafa) secara penuh bahwa perintah tersebut mutlak berasal dari Allah SWT.
- Tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Nahr): Nabi Ibrahim memantapkan niat guna menunaikan perintah penyembelihan sebagai bukti ketulusan iman. Tepat sebelum peristiwa berlangsung, Allah SWT menggantikan Nabi Ismail AS dengan seekor domba besar (kibas). Momen agung inilah yang abadi menjadi Hari Raya Kurban.
2. Hubungan dengan Rangkaian Ibadah Haji
Bulan Dzulhijjah merupakan waktu suci pelaksanaan ibadah haji bagi umat muslim dengan urutan kegiatan yang runut:
- 9 Dzulhijjah: Seluruh jemaah haji berkumpul pada Padang Arafah untuk menunaikan Wukuf, yang menjadi inti spiritual ibadah haji.
- 10 Dzulhijjah: Selepas merampungkan wukuf serta bermalam (mabit) pada Muzdalifah, jemaah haji bertolak menuju Mina guna melempar jumrah (Jumrah Aqabah) sekaligus menyembelih hewan hadyu. Bagi umat Islam yang tidak berhaji, momentum ini menjadi waktu pelaksanaan salat Iduladha serta penyembelihan hewan kurban.
3. Ketetapan Syariat Islam
Sistem kalender Islam berbasis perputaran bulan menempatkan Iduladha secara mutlak pada hari ke-10 bulan ke-12. Rasulullah SAW menegaskan aturan beribadah pada tanggal ini, termasuk larangan berpuasa karena hari tersebut merupakan momentum merayakan kemenangan iman.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita
















