TABLOIDELEMEN.com – Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah merupakan amalan sunah paling menonjol pada bulan suci ini.
Pelaksanaan Puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah memiliki makna spiritual mendalam sebagai bentuk persiapan serta penyucian jiwa menjelang hari Arafah.
Walaupun hukumnya sunah, banyak umat Islam berlomba-lomba mengamalkannya demi meraih pahala tambahan.
Melansir penjelasan NU Online, berikut beberapa keutamaan penting ibadah tersebut:
1. Dilipatgandakan pahala
Pahala ibadah pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah memperoleh pelipatan melimpah melampaui ibadah pada bulan lainnya. Rasulullah saw bersabda:
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبَّ إِلَى اللّٰهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيْهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya: “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar” (HR At-Tarmidzi). Maksud perbandingan satu tahun puasa pada hadis tersebut ialah satu tahun puasa sunah, bukan puasa wajib Ramadhan.
2. Penghapusan dosa
Menjalankan puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah) mampu menghapus dosa selama dua tahun. Rasulullah saw bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ
Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu” (HR Muslim).Menurut mayoritas ulama, penghapusan konsekuensi dosa melalui puasa Arafah ini berlaku khusus untuk dosa-dosa kecil.
3. Hari pembebasan dari siksa neraka
Keistimewaan lain hari Arafah ialah momentum saat Allah membebaskan hamba-Nya secara massal melebihi hari-hari lain. Rasulullah saw bersabda:
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟
Artinya: “Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata, ‘Apa yang mereka inginkan?’” (HR Muslim).

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita















