TABLOIDELEMEN.com – Pemerintah Kabupaten Purbalingga kembali menggulirkan program Tarawih Keliling (Tarling) Ramadan 1447 Hijriah sebagai sarana mempererat hubungan antara pemerintah, ulama, dan masyarakat.
Kegiatan strategis ini menjangkau 18 masjid yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Purbalingga.
Melalui agenda tersebut, pemerintah daerah berupaya menyerap aspirasi warga sekaligus memastikan kehadiran negara di tengah aktivitas ibadah umat Islam.
Pelaksanaan Tarling tahun ini melibatkan dua tim utama. Bupati Purbalingga, Fahmi M. Hanif, memimpin Tim I
Sementara Wakil Bupati Dimas Prasetyahani mengomandoi Tim II.
Jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, hingga kepala OPD turut mendampingi guna memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal selama kunjungan ke desa-desa.
Pada pembukaan rangkaian kegiatan, Senin 24 Februari 2026, Tim I mengunjungi Masjid Jami Nurul Iman di Desa Jingkang, Kecamatan Karangjambu.
Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan, Tri Gunawan Setiadi, hadir mewakili Bupati untuk menyampaikan pesan penting mengenai esensi bulan suci.
“Bulan suci Ramadan hendaknya menjadi momentum yang tepat untuk memperbaiki diri, memperkuat kepedulian sosial, serta memperkokoh persatuan,” katanya saat membacakan sambutan tertulis Bupati.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi nyata antara pemimpin dan rakyat merupakan kunci utama pembangunan daerah.
“Sinergi antara umaro, ulama, dan masyarakat sangatlah penting dalam membangun Kabupaten Purbalingga,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Camat Karangjambu, Puji Muhlisun, melaporkan kondisi objektif wilayahnya.
Ia mengungkapkan bahwa meskipun Desa Jingkang memiliki wilayah terluas, sekitar 48 persen infrastruktur jalan masih mengalami kerusakan parah.
Pihaknya berharap sinergi dengan pemerintah kabupaten mampu mempercepat perbaikan fasilitas publik tersebut.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah menyalurkan berbagai bantuan pada setiap lokasi kunjungan.
Bantuan tersebut meliputi mesin genset senilai Rp10 juta, alat bantu disabilitas, paket sembako, hingga bantuan nutrisi bagi balita.
Selain itu, pemerintah membagikan ratusan mushaf Al-Qur’an dan perlengkapan olahraga guna mendukung aktivitas sosial keagamaan di tingkat desa.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















