Wayang Suket Warisan Budaya Takbenda Purbalingga, Inovasi Seni Rakyat

Berbeda dari daerah lain, kerajinan Wayang Suket Purbalingga ini menggunakan bahan baku rumput kasuran yang tumbuh secara khusus.
Berbeda dari daerah lain, kerajinan Wayang Suket Purbalingga ini menggunakan bahan baku rumput kasuran yang tumbuh secara khusus.

TABLOIDELEMEN.com – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia mencatat enam Warisan Budaya Takbenda (WBTB) asal Kabupaten Purbalingga.

Salah satu karya unggulan, Wayang Suket Purbalingga, resmi menyandang status nasional sejak tahun 2020.

Masyarakat mulai mengenal karya unik ini melalui ajang Perkemahan Wira Karya Nasional tahun 1990 di Desa Bantarbarang.

Saat ini, Badriyanto sebagai generasi ketiga memikul tanggung jawab melanjutkan pembuatan karya seni tersebut.

Kerajinan ini menggunakan bahan baku rumput kasuran yang tumbuh secara khusus.

Bacaan Lainnya
Milo

Petani hanya memanen rumput tersebut pada bulan Suro atau Muharam demi menjaga kualitas.

Proses pembuatannya menuntut kesabaran serta ketekunan tinggi dari sang perajin.

Inovasi Seni Rakyat

Inovasi ini menghadirkan tokoh Pandhawa dan Punakawan dalam bentuk kreatif yang merakyat.

Selain itu, alunan musik Terlung yang memadukan siter serta calung mengiringi setiap pertunjukan.

Paduan musik tradisional Banyumas tersebut membuat suasana terasa sangat dekat dengan masyarakat dan generasi muda.

Melalui konsep sederhana, seni ini menjadi sarana edukasi budaya yang efektif.

Pertunjukan tersebut menyentuh aspek kearifan lokal sekaligus memberi hiburan bagi penonton lintas usia.

Kelestarian Wayang Suket membuktikan bahwa kreativitas mampu menjaga identitas bangsa di tengah zaman.

Keunikan bahan baku serta iringan musik khas tetap menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

Dukungan masyarakat sangat penting agar warisan ini terus bertahan hingga masa depan.

Upaya pelestarian ini memastikan kekayaan intelektual lokal tetap hidup serta terus menginspirasi generasi mendatang.

Pos terkait

Milo