TABLOIDELEMEN.com – Kementerian Kebudayaan menetapkan Nopia Purbalingga sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia pada Oktober 2021.
Sejarah kuliner khas ini bermula pada tahun 1940 dengan varian rasa brambang goreng yang legendaris.
Seiring tuntutan pasar, para perajin terus melakukan inovasi hingga melahirkan aneka rasa kekinian yang menggugah selera.
Pembuatan nopia memerlukan dua komponen utama untuk menghasilkan tekstur yang sempurna.
Bagian kulit menggunakan campuran terigu, susu, dan margarin berkualitas tinggi.
Sementara itu, bagian isi memadukan terigu, susu, gula merah, margarin, serta minyak nabati.
Pilihan rasa yang tersedia saat ini berasal dari bahan alami pilihan untuk menjaga cita rasa otentik.
Selain varian buah, tersedia pula pilihan rasa cokelat tanpa meninggalkan kekhasan rasa original brambang goreng.
Pangan tradisional ini mencerminkan kearifan lokal serta nilai sejarah tinggi bagi lintas generasi di Purbalingga.
Upaya pelestarian membutuhkan ekosistem kuat yang melibatkan berbagai elemen masyarakat secara luas.
Dukungan pemerintah menjadi sangat krusial dalam memperkuat identitas budaya daerah melalui produk gastronomi ini.
Warisan Gastronomi Lokal
Langkah strategis tersebut bertujuan menjaga warisan kuliner agar tetap eksis bagi generasi mendatang.
Sinergi antara pemerintah dan para perajin lokal memastikan nopia tetap menjadi ikon budaya yang membanggakan.
Kehadiran nopia sebagai warisan nasional mempertegas posisi Purbalingga sebagai pusat kreativitas kuliner tradisional yang kaya akan sejarah.
Melalui status baru ini, nopia berpotensi menarik minat wisatawan lebih luas sekaligus meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat.
Konsistensi menjaga resep leluhur menjadi kunci utama agar kudapan ini tetap memiliki tempat spesial di hati penikmatnya.
Pelestarian nopia merupakan wujud nyata penghormatan terhadap identitas bangsa yang harus terus berlanjut.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita
















