TABLOIDELEMEN.com – Kementerian Kebudayaan RI menetapkan Manongan, seni tradisi khas Kabupaten Purbalingga, sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia tahun 2026.
Kesenian Manongan merupakan seni tradisi langka yang berasal dari Dusun Candi, Desa Panusupan, Kecamatan Rembang.
Saat ini, hanya satu kelompok bernama Cahyana Gilar yang masih aktif melestarikan kekayaan budaya tersebut.
Para pelaku seni yang mayoritas berusia lanjut menjadikan kesenian ini membutuhkan perhatian serius, terutama terkait revitalisasi.
Secara filosofis, istilah Manongan berakar dari bahasa Sanskerta manon yang berarti melihat atau mengetahui.
Makna tersebut merujuk pada Hyang Manon atau Tuhan Maha Mengetahui sebagai pusat spiritualitas.
Dahulu, masyarakat melaksanakan tradisi ini sebagai bagian dari prosesi sakral memasuki kehidupan berumah tangga.
Seiring waktu, fungsinya berkembang menjadi pertunjukan seni budaya yang lebih luas bagi publik.
Keunikan Manongan terlihat jelas dari ritual sebelum pertunjukan, yakni kewajiban para pelaku berziarah ke makam leluhur di Candipura.
Selain itu, pemain mematuhi pantangan agar tidak menghadap ke timur sebagai bentuk penghormatan tradisi.
Prosesi Sakral Memasuki Kehidupan Berumah Tangga
Syair lagu yang mengiringi pun sarat makna kehidupan serta nilai religius yang konon hadir melalui mimpi.
Kesenian ini memiliki nilai eksklusivitas tinggi karena hanya berkembang di Dusun Candi dan tidak muncul di daerah lain.
Kelestarian tradisi ini menjadi tanggung jawab bersama agar identitas lokal tetap terjaga kuat.
Pertunjukan melibatkan kombinasi vokal serta gerak dengan dukungan empat pemain rebana dan satu pemain kendang.
Instrumen lain seperti satu pemain bendhe serta satu pemain gong bumbung turut memperkaya harmoni suara.
Kehadiran empat atau lima vokalis memastikan pesan moral dalam setiap syair tersampaikan dengan sempurna kepada para penonton.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita
















