Jalur Pendakian Via Bambangan dan Gunung Malang Ditutup
Kepala Pelaksana BPBD Purbalingga, Revon Hapinindriat, menjelaskan bahwa korelasi antara kenaikan suhu kawah dan tekanan di bawah tubuh gunung sangatlah erat.
Tekanan yang menumpuk dari perut bumi menciptakan guncangan pada struktur internal gunung api.
“Kondisi tersebut memicu munculnya gempa-gempa dangkal, yang meningkatkan kemungkinan terjadinya erupsi,” kata Revon, Senin 6 April 2026.
Meskipun menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, Badan Geologi Kementerian ESDM saat ini masih menetapkan status Gunung Slamet pada Level II atau Waspada.
Namun, Revon menekankan bahwa status tersebut tidak mengecilkan risiko yang ada di lapangan.
“Pada tanggal 4 April 2026, tingkat aktivitas Gunungapi Slamet masih pada Level II atau Waspada,” ungkapnya.
Menurutnya, rekomendasi teknis dari para ahli melarang keras adanya aktivitas manusia dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak.
Area tersebut mengandung risiko fatal akibat potensi lontaran material pijar serta paparan gas beracun.
Tim reaksi cepat mengidentifikasi ancaman berupa hujan abu pekat dan hujan lumpur.
Serta, hembusan gas vulkanik dengan konsentrasi tinggi yang dapat membahayakan sistem pernapasan.
Sebelum kebijakan penutupan ini keluar, setidaknya 400 pendaki telah memulai perjalanan melalui jalur Bambangan pada Jumat 3 April 2026
Petugas lapangan bergerak cepat memberikan instruksi agar mereka segera turun dan menjauhi zona bahaya.
“Kami terus melalukan pengamatan intensif untuk mengantisipasi perkembangan lebih lanjut,” pungkas Revon.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















