TABLOIDELEMEN.com – Masyarakat Desa Arenan, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga akan menyelenggarakan Pagelaran Wayang Kulit Spektakuler untuk menyambut tradisi Sedekah Bumi.
Acara yang berlangsung pada Kamis, 16 Juli 2026 mulai pukul 20.00 WIB ini juga mengagendakan pelantikan ketua serta pengurus Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kabupaten Purbalingga masa bakti 2026 hingga 2031.
Tiga dalang asli Purbalingga, yakni Ki Gendroyono, Ki Rofi Puji Saputro, dan Ki Lulut Ardiyanto, tampil memimpin pertunjukan seni tradisional tersebut.
“Malam Jumat Kliwon bertepatan dengan acara Pertunjukan Wayang Kulit Spektakuler ini. Tujuan melestarikan budaya lokal. Sekaligus pelantikan pengurus Pepadi Purbalingga,” kata Ketua Pepadi terlantik, Baryono, Kamis 16 Juli 2026.
Ia menambahkan bahwa pementasan ini membawa misi sebagai simbolisme kehidupan.
Melalui karakter tokoh pewayangan, masyarakat dapat memetik cerminan nilai moral berupa pergulatan kebaikan melawan keburukan sebagai pedoman hidup.
“Juga menjadi pelestarian budaya. Menjadi wadah bagi seniman lokal, niyaga (penabuh gamelan), dan sinden untuk terus menampilkan karya,” cetusnya.
Gelar Wayang Kulit Spektakuler
Baryono, yang memperoleh mandat sebagai Ketua Umum dari para peserta Musda Pepadi Kabupaten Purbalingga, Kamis 23 April 2026 ini mengusung visi besar untuk memajukan potensi daerah.
“Dalam pagelaran itu, tiga dalang asli dari Kabupaten Purbalingga,” tuturnya guna menegaskan komitmen pemberdayaan seniman lokal.
Sebagai langkah awal, Baryono menyiapkan koordinasi erat bersama Pepadi Jawa Tengah guna menyampaikan hasil Musda secara resmi.
Pengurus baru juga menempatkan pembuatan kartu tanda anggota bagi para seniman sebagai program prioritas.
Mengingat catatan terkini menunjukkan Purbalingga memiliki 148 orang dalang, pendataan ulang menjadi sangat krusial.
“Oleh karena itu, kami juga berencana memperbarui basis data guna memastikan keakuratan jumlah anggota,” tandas pria yang juga Direktur Umum PDAM Tirta Perwira Purbalingga tersebut.
Guna mempercepat pencapaian target, ia segera merampungkan susunan kepengurusan dan menunjuk koordinator wilayah pada tingkat kecamatan.
Setelah itu, Pepadi Purbalingga memfokuskan program kerja terdekat pada pelatihan intensif bagi seluruh anggota.
“Kami sudah siap bekerja sama dengan sejumlah praktisi dari perguruan tinggi untuk melaksanakannya,” pungkas Baryono.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita





















