Festival Gunung Slamet Purbalingga Masuk Agenda Nasional, Dongkrak Ekonomi Purbalingga

Festival Gunung Slamet ke-9 Tahun 2026
Festival Gunung Slamet ke-9 Tahun 2026

TABLOIDELEMEN.com – Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif berharap masuknya Festival Gunung Slamet (FGS) dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) menjadi pengakuan atas kualitas festival.

Selama ini, pergelaran tersebut konsisten mengangkat potensi budaya, alam, serta partisipasi aktif warga setempat.

Festival Gunung Slamet setiap tahun memberikan dampak ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata dan seluruh pihak yang telah mendukung.,” kata Fahmi saat menghadiri Festival Gunung Slamet, di kompleks D’Las Serang, Kecamatan Karangreja, Sabtu 4 Juli 2026

Menurut penuturan Fahmi, keberhasilan FGS akan menjadi pijakan kuat untuk pengembangan kawasan wisata terpadu di lereng Gunung Slamet.

Bacaan Lainnya
Milo

Mulai tahun 2027, Pemerintah Kabupaten Purbalingga bakal memfokuskan pembangunan pariwisata pada tiga desa potensial, yakni Serang, Kutabawa, dan Siwarak.

Tiga lokasi ini memiliki proyeksi menjadi pusat wisata satu pintu (one stop tourism destination) pertama bagi wilayah Kabupaten Purbalingga.

Konsep matang tersebut bertujuan agar para wisatawan tidak hanya datang menikmati satu objek wisata.

Pemerintah mengarahkan pengunjung agar dapat menghabiskan waktu dua hingga tiga hari pada kawasan lereng Gunung Slamet lewat berbagai pilihan destinasi, penginapan, kuliner, hingga aktivitas wisata yang saling terintegrasi secara apik.

Harapannya ketika wisatawan datang dari luar kota bahkan luar provinsi untuk berlibur dua sampai tiga hari, semuanya sudah tersedia di tiga desa tersebut.

“Mulai dari destinasi wisata, penginapan, kuliner, hingga aktivitas untuk wisatawan,” katanya.

Pos terkait

Milo