TABLOIDELEMEN.com – Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si. secara resmi menggantikan posisi Prof. Dr. Akhmad Sodiq sebagai Rektor Sementara Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.
Akademisi terkemuka dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik tersebut menerima amanah penting menyusul penetapan status tersangka terhadap pimpinan sebelumnya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kasus dugaan pemerasan serta suap dalam penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Unsoed mendorong Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengambil langkah cepat demi menyelamatkan kepemimpinan kampus.
Prof. Ali Rokhman mengantongi surat pengangkatan dari kementerian melalui Sekretaris Jenderal pada Minggu, 23 Agustus 2026.
“Surat kuasa dari Sekretaris Jenderal, Prof. Dr. Badri Munir Sukoco, untuk melaksanakan tugasnya sebagai rektor atas nama menteri telah saya terima hari ini,” jawab Prof. Ali Rokhman saat memberikan keterangan resmi.
Penunjukan tersebut memberikan wewenang penuh baginya dalam memimpin serta menjalankan seluruh roda organisasi Unsoed Purwokerto secara mandiri.
Jaminan Keberlangsungan Layanan Akademik Kampus
Sebelum penunjukan resmi terlaksana, posisi kepemimpinan sementara sempat dipegang oleh Wakil Rektor I bersama Wakil Rektor IV.
Langkah transisi tersebut terbukti ampuh menjaga stabilitas kampus pascapenangkapan sejumlah pejabat rektorat.
Unsoed memberikan jaminan penuh bahwa seluruh kegiatan perkuliahan dan penelitian.
Serta pelayanan administrasi mahasiswa akan terus berlangsung normal tanpa kendala berarti.
Kehadiran pemimpin baru ini membawa harapan besar bagi pemulihan nama baik serta perbaikan tata kelola perguruan tinggi negeri tersebut.
Pemulihan Reputasi dan Integritas Institusi
Sedangkan tantangan besar kini berada di pundak rektor baru untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap integritas kampus merah marun.
Sivitas akademika menyambut positif langkah cepat pemerintah dalam menunjuk figur internal yang berpengalaman memegang kendali kepemimpinan.
Optimalisasi pengawasan internal serta transparansi birokrasi menjadi prioritas utama guna memastikan kasus serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita





















