Pemkab Banyumas Bakal Perluas Akses Pendidikan Melalui Sekolah Terintegrasi

Sekolah Terintegrasi
Sekolah Terintegrasi

TABLOIDELEMEN.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas tengah menginisiasi terobosan besar guna memutus rantai keterbatasan akses pendidikan di wilayah selatan.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengusulkan konsep pembangunan sekolah terintegrasi sebagai solusi bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.

Rencana ambisius ini bertujuan agar fasilitas pendidikan tidak lagi bertumpu hanya pada wilayah utara Banyumas yang selama ini lebih berkembang.

Langkah konkret tersebut mulai berjalan setelah Sadewo Tri Lastiono menemui jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta pada Rabu, 1 April 2026.

Pertemuan tersebut membahas urgensi penggabungan sarana belajar dalam satu kawasan guna menekan angka putus sekolah akibat kendala geografis.

Bacaan Lainnya
AirAsia

Sadewo Tri Lastiono memaparkan bahwa model ini akan menyatukan berbagai jenjang pendidikan untuk memudahkan mobilisasi siswa.

“Sekolah terintegrasi itu akan menggabungkan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan,” katanya saat menjelaskan konsep tersebut di Purwokerto, Sabtu 4 April 2026.

Konsep sekolah terintegrasi ini memiliki perbedaan mendasar dengan model Sekolah Rakyat terdahulu.

Fokus utamanya terletak pada penggabungan fasilitas fisik lintas jenjang di satu lokasi yang strategis, bukan pada sistem kurikulum berurutan khusus.

Pemerintah meyakini bahwa keberadaan infrastruktur satu atap ini mampu menjawab persoalan jarak sekolah yang selama ini sangat jauh bagi warga pelosok.

Ambisi pemerataan ini menjadi prioritas utama Sadewo Tri Lastiono dalam sisa masa jabatannya.

“Saya ingin pendidikan tidak hanya terpusat di wilayah utara. Tetapi juga kita naikkan ke selatan,” tegasnya.

Ia melirik kawasan Kaliori sebagai lokasi potensial pembangunan.

Karena posisinya yang mampu menjangkau wilayah dengan tantangan medan cukup berat.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Banyumas terus mengawal usulan tersebut agar mendapatkan lampu hijau serta dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.

Selain mengandalkan model terintegrasi, Sadewo Tri Lastiono mengakui bahwa Banyumas masih memerlukan penambahan sekolah reguler jenjang SMP dan SMA.

Upaya sistematis ini mereka tempuh demi memastikan seluruh anak di Banyumas mendapatkan kualitas pendidikan yang merata dan bermutu.

“Saya mengawal terus supaya program itu bisa berada di Kabupaten Banyumas,” pungkasnya.

 

 

Pos terkait

Milo