Kisah Siswi SMK YPLP Perwira 2 Purbalingga Taklukkan Tantangan Teknologi Digital

Para siswi jurusan Teknik Komputer Jaringan SMK YPLP Perwira 2 Purbalingga  saat menjalani praktik kerja lapangan pada Waranka Indonesia Computer Purbalingga, Kamis 11 Juni 2026.
Para siswi jurusan Teknik Komputer Jaringan SMK YPLP Perwira 2 Purbalingga  saat menjalani praktik kerja lapangan pada Waranka Indonesia Computer Purbalingga, Kamis 11 Juni 2026.

TABLOIDELEMEN.com – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kini menjelma menjadi ruang masa depan bagi generasi muda untuk mengasah minat dan bakat.

Kurikulum adaptif serta fasilitas laboratorium yang lengkap memberi kebebasan bagi para siswa guna mengeksplorasi kemampuan diri.

Melalui sistem Praktik Kerja Lapangan (PKL), sekolah kejuruan sukses mencetak lulusan kompeten yang siap menghadapi dinamika industri global.

Menariknya, dunia teknologi informasi yang sarat inovasi kini semakin memikat hati kaum hawa.

Langkah berani ini nyata terlihat pada semangat Aira Sri Murniati, Chika Raisya Nurliana, Deyyi Julaifah Rahma Yanti, dan Lilis Puspita Sari.

Bacaan Lainnya
Milo

Para siswi jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) SMK YPLP Perwira 2 Purbalingga tersebut memilih terjun ke bidang pemrograman serta perakitan komputer demi mengejar impian besar.

Chika mengaku menyukai bidang ini sejak SMP karena melihat prospek cerah industri digital masa depan.

Melalui SMK, perempuan tangguh seperti dirinya memperoleh kesempatan luas untuk menguasai keahlian praktis, mulai dari konfigurasi server hingga penanganan jaringan internet.

“Saya ingin membuktikan bahwa perempuan mampu bersaing pada dunia IT. Jurusan ini mengasah logika dan keahlian teknik kami,” ujar Chika saat menjalani praktik kerja lapangan pada Waranka Indonesia Computer Purbalingga, Kamis 11 Juni 2026.

Praktik kerja lapangan pada Waranka Indonesia Computer Purbalingga, Kamis 11 Juni 2026
Praktik kerja lapangan pada Waranka Indonesia Computer Purbalingga, Kamis 11 Juni 2026

Pada sudut ruang praktik yang lain, ketangguhan siswi SMK juga terpancar dari aksi nyata Deyyi.

Tangan terampilnya tampak cekatan membongkar casing komputer guna meneliti kerusakan komponen papan induk (motherboard).

Ia mahir mengatasi gangguan perangkat keras serta mengonfigurasi jaringan internet secara mandiri.

“Saya suka tantangan mencari solusi saat komputer mati total. Praktik langsung membuat kami semakin percaya diri,” kata Deyyi penuh optimisme.

Pendidikan kejuruan terbukti sukses menghapus stigma gender pada sektor teknologi.

Fokus pembelajaran praktis ini memberikan modal berharga bagi para srikandi modern untuk langsung terjun ke industri digital atau merintis usaha mandiri selepas lulus nanti.

 

 

Pos terkait

Milo