TABLOIDELEMEN.com – Labib Mubarok, Juara I Duta GenRe Jawa Tengah 2026, sukses meluncurkan tiga inovasi unggulan.
Karya tersebut meliputi Ruang Kawuningan, JAMU JATI KENDI (Jaga Mulut, Jaga Hati, Kendalikan Diri), serta aplikasi SINGGAH (Supportive Inclusive Gateway to Purbalingga).
Ruang Kawuningan hadir sebagai wadah belajar serta pengembangan kapasitas anak-anak maupun remaja.
Program ini berpadu dengan kurikulum moral JAMU JATI KENDI demi memperkuat pengendalian diri di era modern.
Jangkauan edukasi turut meluas lewat konten media sosial yang telah menembus satu juta tayangan per Juli 2026, beserta penyusunan modul pedoman Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja.
Sebagai pelengkap, aplikasi SINGGAH berperan menjadi platform pendukung pariwisata inklusif di Kabupaten Purbalingga melalui fitur ramah penyandang disabilitas.
Seluruh terobosan ini terlahir atas keterlibatan kolaborasi PENTAHELIX, menggandeng pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, serta dukungan keluarga.
“Kami tentunya terus berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program tersebut melalui rencana tindak lanjut yang lebih luas,” ujar Labib.
Sosok berprestasi ini berniat memasifkan program berjalan sembari menghadirkan terobosan baru berlandaskan visi ‘Indonesia Akan Bercahaya Sebab Lilin-lilin di Desa’.
“Artinya, kami ingin lebih banyak memberdayakan remaja di wilayah pedesaan. Melalui kolaborasi bersama Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Jawa Tengah dan Forum GenRe Jawa Tengah,” katanya.
Atas pencapaian meraih gelar Juara I Duta GenRe Jawa Tengah 2026, sosok muda ini mengucap syukur pasca-melalui proses seleksi ketat berbulan-bulan.
Menurut pemikirannya, keberhasilan tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan sarana membawa manfaat nyata bagi Kabupaten Purbalingga.
“Saya sangat bersyukur karena telah melalui proses yang panjang hingga akhirnya meraih pencapaian ini,” katanya.
Bagi sang pemenang, raihan ini menjadi pelecut semangat untuk terus belajar serta memberi dampak positif yang lebih luas.
“Terutama bagi remaja agar semakin termotivasi untuk berkembang dan berkarya,” ungkap Labib.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita



















