TABLOIDELEMEN.com – Mayoritas Generasi Z mungkin memilih bercita-cita pekerjaan kantoran yang bersih dan bebas dari kotoran.
Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi dua remaja putri yang memilih melangkah ke jalur kejuruan otomotif demi merajut masa depan mandiri.
Ketangguhan ini nyata melekat pada Erliana Aprilia Nur Khasanah dan Juwita Kumala Sari, siswi kelas XI Jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Kaligondang.
Mereka tanpa ragu menghadapi lumuran oli yang pekat.
Tangan mereka tampak lincah memainkan berbagai kunci pembuka mur dan baut saat menjalani praktik kerja lapangan (PKL) pada Bengkel Isdiman Motor Purbalingga.
Erliana, remaja berkerudung kelahiran tahun 2009 yang aktif dalam Pramuka Ambalan Bimasakti Drupadi, menegaskan kecintaannya pada dunia perbengkelan.
Pilihan masuk sekolah kejuruan membantunya menyalurkan hobi otomotif sekaligus membentuk mental baja.
“PKL ini untuk mengasah ilmu yang saya dapatkan di sekolah. Kami menerapkan praktek,” ucap Erliana penuh semangat, Jumat 12 Juni 2026.
Selama masa PKL, pihak bengkel memberi kebebasan penuh bagi Erliana dan Juwita guna mengasah serta mengembangkan keahlian mereka.
Kemampuan praktis mereka mencakup aktivitas mengganti oli pelumas, melepas serta memasang satu set gir dan rantai, hingga menyervis komponen karburator.
Melalui SMK, perempuan tangguh tidak sekadar belajar teori, melainkan langsung mempraktikkan teknologi modern seperti sistem injeksi.
Langkah berani ini berhasil membuktikan bahwa gender bukan batasan dalam meraih sukses pada industri masa kini.
Keterampilan teknik tersebut kelak menjadi modal berharga bagi mereka untuk membuka usaha bengkel mandiri.
SMK baginya membuka peluang emas bagi perempuan tangguh guna menguasai keterampilan praktis.
Lewat pembelajaran berbasis keahlian, para siswi mampu mendobrak sekat profesi yang selama ini condong ke kaum pria.
Keunggulan SMK sukses melahirkan wanita perkasa yang siap kerja, berwirausaha, atau kuliah bermodalkan kompetensi industri modern.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita
















