TABLOIDELEMEN.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga memantapkan komitmen dalam mengejar target Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Nindya pada 2026.
Dindikbud mengemban tanggung jawab untuk menuntaskan 37 instrumen indikator dari total 558 poin penilaian yang melibatkan 29 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Setiap indikator tersebut menuntut kelengkapan bukti pendukung secara mendetail.
Dokumen teknis, foto dokumentasi, narasi kegiatan, hingga capaian program dan inisiatif inovasi menjadi komponen wajib dalam pengisian data evaluasi.
Kepala Dindikbud Purbalingga, Heru Sri Wibowo, mengakui tantangan besar dalam proses tersebut.
Namun, ia optimistis kerja keras tim akan membuahkan hasil maksimal.
“Banyak data yang harus segera terisi. Cukup sulit. Tetapi bila kita serius dan fokus, pasti bisa terselesaikan,” kata Heru saat memimpin Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) di Ruang Ki Hajar Dewantara, Selasa, 14 April 2026.
Forum ini menjadi langkah strategis guna memastikan seluruh indikator terpenuhi secara optimal.
Heru menekankan pentingnya akurasi dan kecepatan dalam mengumpulkan seluruh dokumen pendukung tersebut.
Sinergi Tim Teknis
Melalui koordinasi ini, Heru mengharapkan seluruh jajaran bekerja lebih terarah, sistematis, dan terkoordinasi.
Pola kerja yang rapi menjadi kunci utama untuk mencapai standar penilaian kategori Nindya.
“Sehingga target KLA kategori Nindya tahun 2026 dapat tercapai sesuai harapan,” katanya.
Agenda tersebut menghadirkan Sekretaris Dinas, para Kepala Bidang, Kepala Seksi, serta Tim KLA internal.
Peserta fokus membahas teknis pengisian instrumen evaluasi dan mekanisme pengumpulan bukti pendukung sebagai variabel krusial penilaian.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















