Melunasi Utang Adalah Prioritas Utama
Kendati terdapat celah kelonggaran, penyelesaian utang tetap menjadi prioritas tertinggi.
Semangat mengejar pahala sunnah tidak boleh mengesampingkan kewajiban utama.
Banyak hadits Rasulullah saw meminta umat Islam bersikap hati-hati dalam urusan utang-piutang.
Imam at-Tirmidzi meriwayatkan sabda Rasulullah saw mengenai beban utang:
نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ
Artinya: “Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan utangnya hingga dia melunasinya.” (HR Imam at-Tirmidzi).
Selain itu, Imam al-Bukhari merekam sabda Rasulullah saw yang memuji ketepatan membayar kewajiban keuangan:
فَإِنَّ مِنْ خِيَارِ النَّاسِ أَحْسَنَهُمْ قَضَاءً
Artinya: “Sungguh termasuk dari orang yang paling baik adalah orang yang paling baik dalam membayar (utang).” (HR Bukhari).
Maka, kaum Muslim perlu bijak mengelola keuangan ibadah.
Langkah terbaik ialah menuntaskan pemenuhan kebutuhan primer sandang, pangan, papan
Serta seluruh cicilan dan utang sebelum memutuskan membeli hewan kurban. Wallahu a’lam.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita
















