TABLOIDELEMEN.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Tengah berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih sesuai dengan selera penerima manfaat.
Ketua BGN Jateng, Reza Mahendra, menyatakan bahwa indikator utama evaluasi adalah jumlah sisa makanan setiap hari.
“Harus tahu berapa sisa hasil sampah setiap hari. Ini yang menjadi dasar daripada suka atau tidak suka menunya yang dihasilkan,” ujar Reza di Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang
Menurut Reza, sisa makanan yang tinggi menunjukkan perlunya penyesuaian menu. Ia menekankan bahwa kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta pengawas gizi wajib memastikan masakan mampu habis terjatah.
Selain itu, Reza menyoroti pentingnya perbedaan menu antara kelompok penerima, terutama bagi balita, anak sekolah, dan ibu hamil.
“Ini tidak boleh, harusnya ada perbedaan menu, jadi tidak bisa sama antara menu untuk peserta didik anak sekolah dengan menu untuk balita,” tegasnya.
Terkait pengawasan, Reza mendorong partisipasi masyarakat untuk melapor jika menemukan ketidaksesuaian menu.
Pihak Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas) siap menindak tegas pengelola yang melanggar aturan, termasuk pemberian sanksi administratif atau penangguhan operasional.
Selain aspek menu, Reza memastikan permasalahan operasional pada sekitar 400 SPPG akibat keterlambatan pencairan dana telah tuntas.
Proses administrasi yang sempat memakan waktu kini berjalan normal, sehingga layanan makan bergizi tetap terjaga bagi masyarakat.

Bagi saya yang juga seorang ibu rumah tangga, menulis dapat dijadikan media terapi. Berbagi cerita, mengungkapkan emosi, meredakan stres, dan melepaskan kebosanan.
Baca update artikel lainnya di Google News

















