Festival Bahasa Daerah Asah Nilai Akhlak Mulia
Bahasa daerah menjalankan peran strategis sebagai wadah penanaman akhlak mulia siswa.
Penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) menjadi ruang kreasi bagi para murid untuk mengasah keahlian berbahasa, berbagi pengalaman, serta menjalin persahabatan antarwilayah.
“FTBI menjadi ruang bagi para siswa untuk mengasah kemampuan berbahasa daerah, bertukar pengalaman, sekaligus menjalin persahabatan dengan peserta dari berbagai daerah,” kata Mu’ti.
Mu’ti menegaskan bahwa ukuran keberhasilan festival tidak melulu terletak pada jumlah piala kemenangan, melainkan pada tumbuhnya rasa cinta anak terhadap bahasa ibu.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin menyebut FTBI sebagai puncak program revitalisasi bahasa daerah berjenjang dari tingkat kabupaten hingga provinsi.
Rangkaian program mencakup diskusi, koordinasi teknis, pelatihan guru, pengimbasan, serta pemantauan lapangan.
Tahapan sistematis ini memastikan pelestarian bahasa lokal berlangsung secara berkelanjutan serta terintegrasi dalam kurikulum sekolah.
Bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga wadah nilai-nilai luhur, identitas, dan jati diri bangsa.
“Penggunaan bahasa ibu atau bahasa daerah sebagai bahasa pengantar di kelas-kelas awal juga dapat membantu meningkatkan pemahaman murid terhadap materi pembelajaran,” tegas Hafidz.
Ajang FTBI Jateng 2026 melibatkan 490 siswa SD dan SMP dari 35 kabupaten/kota pada 9–11 Oktober 2026.
Para peserta berpacu kemampuan dalam beragam cabang perlombaan menarik.
Lomba meliputi penulisan aksara Jawa, pembacaan geguritan dan penulisan cerkak.
Serta, mendongeng, pidato, nembang macapat, hingga penampilan komedi tunggal berbahasa Jawa.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita




















