Pemprov Jateng Perluas Program Desa Dampingan di Pemalang

Pemprov Jateng memperluas program Desa Dampingan di Kendalrejo Pemalang untuk mempercepat penanganan kemiskinan melalui perbaikan rumah dan bantuan modal usaha.
Pemprov Jateng memperluas program Desa Dampingan di Kendalrejo Pemalang untuk mempercepat penanganan kemiskinan melalui perbaikan rumah dan bantuan modal usaha.

TABLOIDELEMEN.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperluas program Desa Dampingan guna mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Pemalang.

Pemerintah daerah tidak hanya memperbaiki rumah tidak layak huni, tetapi juga memfasilitasi akses listrik murah, pembuatan jamban sehat, perbaikan jalan desa, hingga penyaluran modal usaha.

Program lintas sektor ini membawa perubahan nyata bagi Rusmiyati, warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Petarukan.

Bacaan Lainnya

Rusmiyati kini menghuni rumah yang lebih aman dan nyaman bersama keluarganya setelah menerima bantuan rehabilitasi rumah dari pemerintah daerah.

“Alhamdulillah, sudah terbangun rumahnya, sudah jadi, sudah ditempati. Kami yang tidak mampu sangat berterima kasih sekali, sangat terbantu,” kata Rusmiyati usai menerima kunjungan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial.

Tim gabungan terlebih dahulu memetakan persoalan dasar serta potensi desa sebelum mengucurkan program pendampingan.

“Kami ingin memastikan bahwa itu benar-benar tepat sasaran. Tentu untuk meningkatkan kesejahteraan, salah satunya kami melakukan pendampingan seperti ini,” ujar Taj Yasin saat meresmikan hasil program di Kendalrejo.

Kolaborasi Multisektor Dorong Kesejahteraan dan Pemberdayaan Ekonomi

Penanggulangan kemiskinan memerlukan sinergi kuat antar-organisasi perangkat daerah, pemerintah kabupaten, Baznas, hingga kalangan swasta.

Pemerintah Jawa Tengah menggandeng Dinas Perumahan Rakyat, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta Dinas Sosial guna menggarap pemenuhan kebutuhan dasar warga.

Hasil pemetaan kebutuhan warga menjadi dasar utama penyaluran dana stimulan dan pelatihan kerja.

“Yang membutuhkan usaha, perempuan-perempuan di Desa Kendalrejo diberdayakan. Usaha-usaha perekonomian masyarakat juga disiapkan bantuan modalnya. Inilah bentuk upaya kami memastikan masyarakat semakin sejahtera,” tutur Taj Yasin.

Kepala Biro Kesra Taskin Setda Jateng, Syamsudin Isnaini, menjelaskan skema kerja sama ini mendukung program prioritas Desa Maju dan Berdaya.

Pemerintah mengucurkan APBD sebesar Rp260 juta untuk merenovasi 13 unit rumah warga, sedangkan Baznas merehabilitasi 5 unit rumah senilai Rp100 juta.

Selain perumahan, Pemprov Jateng menyalurkan bantuan sambungan listrik murah Rp19,5 juta dan dana perbaikan jalan desa sebesar Rp120 juta.

Tim gabungan turut membangun 11 unit jamban sehat melalui dukungan Perum Perhutani serta Baznas.

Sektor ekonomi produktif memperoleh suntikan dana melalui bantuan Kelompok Usaha Bersama, Usaha Ekonomi Produktif, dan modal kerja UMKM.

Bantuan modal tersebut mendorong kaum perempuan Desa Kendalrejo memproduksi aneka kuliner serta kerajinan tangan harian.

Kepala Desa Kendalrejo, Titik Iswati, menyambut baik seluruh intervensi pembangunan dari pemerintah provinsi.

Titik berharap pendampingan berkelanjutan ini memacu kemandirian ekonomi warga.

“Yang tadinya ekonominya kurang, yang mendapat bantuan modal UMKM bisa membuat kerajinan kecil atau makanan-makanan yang bisa dijual setiap harinya. Untuk bantuan lainnya seperti RTLH, jamban, dan listrik juga sangat membantu warga yang memang kurang mampu,” kata Titik.

 

 

Pos terkait