TABLOIDELEMEN.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam merawat kelestarian bahasa daerah.
Pemprov Jateng terus meneruskan kebijakan penggunaan bahasa Jawa setiap hari Kamis bagi seluruh aparatur pemerintah.
Peraturan gubernur membingkai kebijakan ini demi membiasakan masyarakat tutur kata yang mencerminkan unggah-ungguh atau tata krama luhur.
Nilai kesantunan tersebut menjadi bagian penting dari identitas warga Jawa yang wajib menerus kepada generasi muda.
“Kalau kita pernah keluar negeri ataupun dengan para wisatawan datang ke Indonesia itu kan melihatnya tata kramanya baik, unggah-ungguhnya baik. Itu bisa tercermin apabila kita melestarikan bahasa. Itu akan terbentuk secara naluri,” tutur Gus Yasin
Gus Yasin menjelaskan bahwa pelestarian bahasa daerah harus merambah lingkungan keluarga, pemukiman warga, serta kantor pemerintahan.
Sinergi lintas instansi memperkuat langkah pelestarian budaya ini. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menekankan pentingnya praktik berbahasa daerah secara konsisten.
Pembelajaran di sekolah memerlukan wadah praktik nyata agar kecintaan terhadap bahasa ibu terus berkembang di kalangan remaja.
Bahasa Jawa memiliki tingkatan tutur unik yang mengajarkan penuturnya menempatkan diri, bersikap santun, serta menghormati sesama.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita




















