Aribah Nur Muflikhah Kultsum, Murid SMP Negeri 1 Bobotsari, Membawakan Owalah Jan Raih Juara 2 Maca Geguritan FTBI Jateng 2026

Aribah Nur Muflikhah Kultsum mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Jawa Tengah. Murid SMP Negeri 1 Bobotsari ini berhasil meraih Juara 2 lomba membaca geguritan jenjang SMP.
Aribah Nur Muflikhah Kultsum mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Jawa Tengah. Murid SMP Negeri 1 Bobotsari ini berhasil meraih Juara 2 lomba membaca geguritan jenjang SMP.

TABLOIDELEMEN.COM – Aribah Nur Muflikhah Kultsum mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Jawa Tengah.

Murid SMP Negeri 1 Bobotsari ini berhasil meraih Juara 2 lomba membaca geguritan jenjang SMP.

Balai Bahasa menyelenggarakan festival tersebut di Ungaran pada pertengahan Oktober 2026.

Bacaan Lainnya

Ajang tahunan ini bertujuan melestarikan bahasa daerah di kalangan generasi muda, khususnya para pelajar.

Sebelum melangkah ke tingkat provinsi, Aribah memenangkan posisi pertama pada kompetisi serupa di tingkat Kabupaten Purbalingga.

Saat berlomba, Aribah membawakan geguritan berbahasa Jawa penginyongan berjudul Owalah Jan karya Agustav Triono.

Penulis naskah tersebut merupakan sastrawan Purbalingga sekaligus pegiat Komunitas Teater Sastra Perwira.

Pemilihan karya daerah ini menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan kekayaan bahasa penginyongan melalui seni sastra.

Perjalanan Aribah meraih piala menuntut perjuangan ekstra.

Proses latihan menuju ajang kabupaten berjalan sangat singkat, yakni hanya tiga kali pertemuan.

Saat bersamaan, Aribah harus membagi waktu karena terdaftar sebagai anggota tim Penggalang Pramuka Kwartir Cabang Purbalingga yang mengikuti Jambore Nasional.

Latihan Intensif Mewujudkan Prestasi Geguritan Purbalingga

Kondisi tersebut menyikapi latihan dengan jadwal yang padat. Pelatih menerapkan metode latihan khusus, termasuk memanfaatkan sesi pembimbingan secara daring.

Setelah melaju ke tingkat provinsi, Aribah memperdalam persiapan melalui empat kali pertemuan intensif.

Fokus pembimbingan berpusat pada pematangan ekspresi wajah serta penghayatan pembacaan bait puisi.

Langkah ini penting guna menghadapi persaingan ketat dengan perwakilan terbaik dari seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Tengah.

Agustav Triono menegaskan bahwa kesungguhan Aribah selama masa latihan menjadi kunci utama keberhasilannya.

Guru SMP Negeri 3 Kutasari ini memuji semangat belajar Aribah yang pantang menyerah meski menghadapi keterbatasan waktu.

“Tidak ada keberhasilan dan kesuksesan tanpa usaha, pengorbanan dan juga doa,” ungkap Agustav.

Motivasi Pelestarian Bahasa Daerah Generasi Muda

Sementara itu, Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa SMP Kabupaten Purbalingga, Arif Restiyadi, memberikan apresiasi tinggi.

Ia berharap capaian ini memotivasi para siswa lain untuk terus mengenal, menggunakan, serta mengembangkan bahasa daerah.

Arif merancang pembimbingan terpadu bagi para juara kabupaten sebelum mengirim mereka ke kompetisi tingkat provinsi.

Keberhasilan Aribah membuktikan bahwa generasi muda mampu merawat warisan budaya sekaligus mencatatkan prestasi gemilang.

“Persaingan di tingkat provinsi termasuk ketat karena para peserta memiliki kemampuan yang baik dan penampilan yang beragam,” katanya.

 

 

 

 

Pos terkait