TABLOIDELEMEN.COM – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menekankan pentingnya membiasakan penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.
Penjelasan tersebut Mu’ti sampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Semarang, kemarin.
Ia mengatakan, pembelajaran bahasa daerah di sekolah tidak cukup hanya melalui paparan teori.
Pengajaran bahasa ibu memerlukan praktik langsung secara konsisten agar kecintaan siswa terus tumbuh.
Menurutnya, bahasa Jawa memiliki tingkatan tutur yang mengajarkan penuturnya menempatkan diri, bersikap santun, serta menghormati orang lain.
Bahasa daerah tidak sekadar berfungsi sebagai warisan budaya, melainkan menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai luhur dan akhlak mulia.
Oleh karena itu, FTBI menjadi ruang bagi para siswa untuk mengasah kemampuan berbahasa daerah, bertukar pengalaman.
Sekaligus menjalin persahabatan dengan peserta dari berbagai daerah.
“Keberhasilan festival tidak semata-mata diukur dari jumlah piala yang diraih, tetapi juga dari tumbuhnya kecintaan anak-anak terhadap bahasa daerah,” kata Mu’ti.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita




















