TABLOIDELEMEN.com – Puluhan pecatur saling beradu strategi dalam Turnamen Catur Joglo Janggleng Open Cup 2026 di Joglo Janggleng Kulineran, Jalan Gunung Kraton Babakan, Purbalingga.
Ajang bergengsi hasil kolaborasi Komunitas Catur Mania Braling (CMB) Purbalingga ini sukses menyedot perhatian antusiasme masyarakat.
Sebanyak 43 peserta bersaing ketat pada Kelas Utama Dewasa, sedangkan 28 pecatur muda bertarung pada kategori Junior.
“Event ini merupakan kegiatan rutin CMB untuk terus memacu prestasi para pecatur junior sekaligus warming up untuk Kejuaraan Catur Bupati Cup,” kata Ketua CMB, Jamal, Selasa 25 Agustus 2026.
Dukungan Percasi Purbalingga dan Program Pelatihan Atlet
Pengurus Cabang Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Purbalingga memberikan apresiasi penuh terhadap pelaksanaan turnamen.
Ketua Percasi Purbalingga Subeno berharap frekuensi lomba catur yang tinggi mampu menggairahkan atmosfer olahraga otak di wilayah Purbalingga.
Turnamen Catur Joglo Janggleng Open Cup 2026 menghadirkan angin segar bagi tumbuh kembang bakat para atlet daerah.
Percasi Purbalingga bahkan sudah mendata atlet di setiap korwil.
Subeno menargetkan minimal 42 atlet junior masuk program latihan intensif demi meraih prestasi lebih tinggi.
Selain mencetak atlet, Percasi Purbalingga berencana menyiapkan wasit bersertifikat nasional.
“Kita juga akan membina pelatih catur dan menyusun kurikulum catur khusus junior,” katanya.
Komitmen Joglo Janggleng Kulineran Membina Atlet Catur
Owner Joglo Janggleng Kulineran, Adhi Purwoko menegaskan bahwa turnamen menjadi wadah krusial untuk menambah jam terbang serta mengasah pembinaan atlet catur Purbalingga.
“Kami ingin berpartisipasi menggelorakan dan menggairahkan iklim kompetisi catur Purbalingga,” katanya.
Ia juga mengaku siap menggelar Turnamen Catur Joglo Janggleng Open Cup secara berkala untuk memfasilitasi pecatur aktif.
“Sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet catur baru di Kabupaten Purbalingga,” pungkas Adhi Purwoko.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita





















