TABLOIDELEMEN.com – Kapolres Purbalingga AKBP Hendry Susanto Sianipar melaksanakan agenda sambang dan silaturahmi kamtibmas bersama jajaran pengurus Senkom Mitra Polri serta Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Purbalingga
Pertemuan strategis di Sekretariat Senkom Mitra Polri Purbalingga, Rabu, 26 Agustus 2026 ini memperkokoh kerja sama lintas jajaran demi menciptakan kondusivitas daerah.
Kapolres Purbalingga menekankan peran krusial sinergitas antara kepolisian, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan dalam mengawal keamanan wilayah.
“Komunikasi yang baik akan memperkuat koordinasi, menangkal isu provokatif dan berita bohong serta mencegah konflik sosial di wilayah Kabupaten Purbalingga,” tegas AKBP Hendry Susanto Sianipar.
Komitmen LDII Jaga Kerukunan Umat Beragama
Ketua LDII Kabupaten Purbalingga Kusno Rahardjo menyambut hangat arahan tersebut sekaligus menegaskan kesiapan jajarannya dalam mendukung tugas kepolisian.
Pihaknya bertekad merawat toleransi serta keharmonisan antarumat beragama di seluruh pelosok Purbalingga.
“Kami siap bersinergi dengan Polri untuk menciptakan suasana aman dan damai wilayah Kabupaten Purbalingga,” ujar Kusno Rahardjo.
Dukungan penuh ini menjadi fondasi kuat dalam membendung potensi gesekan sosial di tingkat akar rumput.
LDII terus mendorong warga dakwahnya agar berperan aktif memelihara iklim kemasyarakatan yang sejuk dan damai.
Peran Aktif Senkom Tangkal Isu Provokatif
Ketua Senkom Mitra Polri Rohmat Nur Aziz memastikan bahwa jajarannya senantiasa berkoordinasi intensif dengan aparat kepolisian terkait isu keamanan terkini.
Pihaknya bersiap pasang badan menghadapi maraknya informasi palsu yang berpotensi meresahkan warga.
“Senkom Mitra Polri berkomitmen membantu Polri dalam menangkal isu provokatif dan berita bohong yang dapat mengganggu kamtibmas,” kata Rohmat Nur Aziz.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan bulat antarlembaga demi mengawal Kabupaten Purbalingga tetap aman, tertib, dan kondusif.
“Kerjasama erat ini membuktikan kebersamaan nyata antara kepolisian dan elemen masyarakat,” pungkasnya.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita





















