Rumah Warga Blater Kalimanah Terbakar, Bupati Purbalingga Turun Tangan!

Bupati Purbalingga menyalurkan santunan untuk korban kebakaran Kalimanah serta mengajak warga bergotong royong memperbaiki rumah korban.
Bupati Purbalingga menyalurkan santunan untuk korban kebakaran Kalimanah serta mengajak warga bergotong royong memperbaiki rumah korban.

TABLOIDELEMEN.com – Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengunjungi Yatim Adi Winoto (59), warga Desa Blater RT 01 RW 08, Kecamatan Kalimanah.

Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Purbalingga terhadap warga yang tertimpa musibah kebakaran rumah.

Bupati Fahmi menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah yang menimpa keluarga Yatim.

Pemkab Purbalingga menyerahkan bantuan serta santunan guna meringankan beban korban sekaligus mempercepat pemulihan bangunan yang rusak.

“Kami dari pemerintah daerah juga ikut membantu. Mudah-mudahan bantuan ini bisa memperbaiki sebagian rumah yang rusak dan bermanfaat bagi keluarga,” ujar Bupati Fahmi, Kamis 27 Agustus 2026.

Bacaan Lainnya

Pemkab Purbalingga menyalurkan bantuan berupa perlengkapan rumah tangga dan sembako melalui BPBD serta DinsospermasdesP3A.

Baznas memberikan tambahan sembako dan uang tunai, sementara PMI serta Bupati Fahmi turut menyerahkan santunan dana darurat.

Pemkab Purbalingga Salurkan Bantuan Kebakaran dan Ajak Gotong Royong

Bupati Fahmi memberikan apresiasi tinggi atas respons cepat pemerintah kecamatan, pemerintah desa, PMI, KUA, hingga warga sekitar.

Sinergi seluruh elemen masyarakat terbukti efektif menangani masa tanggap darurat di lapangan.

Pemimpin daerah ini mengimbau pemerintah desa agar menggerakkan kembali budaya gotong royong warga.

Dukungan tenaga dari tetangga sekitar bakal mempercepat proses perbaikan fisik tempat tinggal korban.

“Gotong royong warga sangat penting untuk membantu pemulihan rumah ini, setidaknya agar keluarga Pak Yatim bisa segera menempati kembali rumahnya,” katanya.

Musibah ini bermula pada Senin 24 Agustus 2026 pukul 14.30 WIB. Istri Yatim, Hartini (62), sempat memasak air menggunakan tungku tanah atau pawon.

Pemilik rumah sebenarnya sudah menyiram api, namun percikan tersisa memicu kobaran hebat 30 menit kemudian.

Petugas pemadam kebakaran bersama warga bergerak cepat memadamkan api hingga berhasil mengendalikannya pada pukul 15.00 WIB.

Peristiwa ini tidak menelan korban jiwa maupun luka, tetapi menimbulkan kerugian materiil sekitar Rp50 juta.

Bupati Fahmi mengingatkan seluruh masyarakat agar menguatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran rumah.

“Setelah memasak, pastikan api benar-benar sudah padam. Jangan sampai masih ada potensi kebakaran, apalagi di musim kemarau yang membuat lingkungan lebih mudah terbakar,” pesannya.

 

 

 

 

 

Pos terkait

Acer2026