Siap Intervensi Pasar Secara Terukur
Menyikapi situasi ini, Ramdan Denny memastikan komitmen penuh BI untuk hadir di pasar guna mengawal stabilitas nilai tukar rupiah setiap saat.
Langkah nyata mengalir lewat optimalisasi intervensi pasar valas menggunakan transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) pada pasar offshore.
Kemudian, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) pada pasar domestik, serta pembelian SBN pada pasar sekunder secara konsisten.
Selain itu, bank sentral memperkuat efektivitas bauran kebijakan moneter melalui penguatan struktur suku bunga instrumen moneter yang mendukung pasar.
Langkah tersebut bertujuan menjaga daya tarik aset keuangan domestik sekaligus memicu masuknya aliran modal asing.
BI juga menerapkan batas (threshold) tunai beli valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi USD25.000 per pelaku per bulan mulai Juni 2026 demi mengendalikan permintaan dolar AS.
Terakhir, BI mempererat koordinasi bersama otoritas terkait guna menjaga stabilitas pasar keuangan
“Termasuk mengawasi bank dan korporasi yang memiliki aktivitas pembelian dolar AS dalam skala tinggi,” katanya.
Menurutnya, Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestic
Serta senantiasa hadir di pasar dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur
“Tujuannya untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan mendukung ketahanan eksternal perekonomian Indonesia,” pungkasnya

Bagi saya yang juga seorang ibu rumah tangga, menulis dapat dijadikan media terapi. Berbagi cerita, mengungkapkan emosi, meredakan stres, dan melepaskan kebosanan.
Baca update artikel lainnya di Google News













